/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Sabtu, 28 Januari 2012

PRIBAHASA DAN UNGKAPAN POPULER



Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan jua

Tabiat orang tua turun juga ke anak

· Airnya jernih, ikannya jinak

Orang yang baik, kelakuanya juga baik

· Buah tidak jauh dari pohonnya artinya

Perilaku anaknya psti sama dengan orang tuanya

· Barjalan peliharalah kaki berkat peliharalah lidah

Berperilaku & berpenampilan yang baik

· Berlayar sampai kepulau, berjalan sampai ke abatas

Pekerjaan harus dilakukan sampai selesai

· Buruk muka cermin dibelah artinya

Kesalahn sendiri, orang lain dipersalahkan

· Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

Dimanapun kita berada, kita harus mengikuti peraturan yang ada

Pribahasa

· Air beriak tanda tak dalam

Orang yang banyak bicara tapi bodoh

· Air cucuran atap jatuhnya kepelimbahan juga

· Tabiat orang tua turun juga ke anak

· Air susu dibalas dengan air tuba

Kebaikan dibalas dengan kejahatan

· Air tenang menghayutkan

Orang yang pendiam tetapi berilmu

· Anak dipangku dilepaskan, beruk dirimba disusukan

Kewajiban sendiri diabaikan, pekerjaan sendiri diurus

· Bagai air didaun talas

Tidak tetap pendirianya

· Barang siapa menggali lubang dia juga perperosok kedalamnya

Barang siapa membuat tipu daya untuk mencetakkan orang lain mata dia sendiri yang celaka

· Belakang parangpun kalau diasah tajam juga

Orang bodoh kalau belajar akan pandai juga

· Berat sama dipikul ringan sama dijinjing

Senasib sepenanggungan

· besar pasak dari pada tiang

banyak penghasilan banyakj pula pengeluaran

· besar kapal, besar pula gelombangnya

banyak penghasilan banyak pula pengeluarannya

· buah manis biasanya berulat didalamnya

perkataan lemah lembut mengandung tipu daya

· bunga yang harum itu ada juga durinya

nama yang harum ada juga durinya

· buruk muka cermin dibelah

kesalahan sendiri orang lain dipersalahkan

· Indah kabar dari rupa

Kabar lebih baik dari kenyataan

· kalh jagi abu, menang jadi arang

perkelahian berakibat sama bagi kedua belah pihak

· lempar batu sembunyi tangan

berbuat sautu keonaran tetapi pura-pura tidak tahu

· lubuk akal tepian ilmu

orang pandai tempat bertanya segala sesuatu

· lupa ketinggalan terlelap kemalingan

siapa yang lengah dan lalai tentu mendapat kerugian

· bermain air basah bermain api hangus

barang siapa berbuat susah tentu akan terkena akibatnya

· di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung

kita harus menghormati adat istiadat di mana kita berada

· di mana tak ada elang kata belalang akulah elang

kalau tak ada orang kuat maka orang lemah akan mengatakan dirinya kuat

· manis jangan cepat ditelan pahit jangan cepat dimuntahkan

segala nasehat hendaklah ditimbang sebelum diterima

· mati semut karena gula

manusia dapat dikuasai karena bujuk rayu atau kata-kata yang manis

· pagar makan tanaman

orang yang dipercaya untuk menjaga tetapi merusaknya

· disangka panas sampai petang kiranya hujan tengah hari

disangka akan bahagia selamanya tak tahunya datang mala petaka

UNGKAPAN

Kancah peperangan : medan pertempuran

Kancah politik ;gelanggang politik

Kata hati : perasaan ; keinginan

Kata pengantar : pengawal kata

Memeras keringat : bekerja keras

Makan keringat orang : mendapat untung dari jerih payah orang lain

Dapat kopi pahit : beroleh teguran keras ; dimarahi

Uang kopi : persen ala kadarnya

Alas kubur : orang yang sudah dituduh penyebab keonaran ; tumpuan arus

Malu-malu kucing : pura-pura saja malu

Main kucing-kucingan : bercari-cari sukar bertemu

Kuda tunggangmu : orang yang disuruh-suruh seenak hati

Kuda hitam : kekuatan yang mulanya tidak diperhitungkan, tetapi membuat kejutan dengan kekuatannya

Seujung kuku : hanya sedikit

Juru kunci : berada pada urutan bawah

Langkah kanan : bernasip baik mujur

Bersitegang urat leher : masing-masing berkeras dan bertahan

Mencekik leher : sangat mahal

Lepas-lepas saja mulutnya : lancang pembicaraannya

Panjang lidah : tidak dapat menyimpan rahasia

Berbalik lidah : berubah perkataan, ingkar

Bertekuk lutut : menyerah

Mandi uang : senang karena banyak uang

Menutup mata : berpura-pura tidak melihat

Harga mati : harga yang pasti tidak bisa ditawar

Mengambil muka : berbuat baik dengan maksud tertentu

Tebal muka : tidak bermalu

Besar mulut : sombong, hebat pada perkataan saja

Murah rezeki : dimudahkan memperoleh rezeki

Naik daun : mujur, bintang terang

Naik saksi : manjadi saksi

Naik banding : mengajukan perkara sekali lagi

Naik pitam : naik darah, menjadi marah sekali

Namamu saja yang balik ke rumah : engkau akan mati

Mencari nama : memperoleh kemasyuran, terkenal

Menyambung nyawa : sangat berbahaya

Otak udang : bodoh

Miring otaknya : tidak waras, gila

Pahit : kesukaran-kesukarannya

Uang panas : uang pinjaman, utang

Kauanggap sebagai pancang : dianggap tak ubahnya dengan patung

Demam panggung : takut dan karenanya menjadi gugup

Uang pangkal : uang yang harus dibayar pertama kali menjadi

murid

Pantang kerendahan : maunya selalu diutamakan dan dihormati

Perang pena : pertukaran pendapat yang sengit melalu media masa

Tulang punggung : orang yang diharapkan

Memutar otak : berpikir keraa

Berpandangan sempit : orang yang tidak luas pikirannya, picik

Tertangkap tangan : kedapatan sedang melakukan

Tangan besi : bertindak keras

Berlepas tangan : tidak ikut bertanggung jawab

Tidak ada komentar: