/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Sabtu, 28 Januari 2012

BAHAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER

DAFTAR ISI i
KATA PENGANTAR ii
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 2
C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 5
D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 7
E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 7
F. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 7
BAB II : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN
KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA
PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN BUDAYA
SEKOLAH
A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan
Karakter Bangsa 11
B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter
Bangsa 14
C. Pengembangan Proses Pembelajaran 19
D. Penilaian Hasil Belajar 22
E. Indikator Sekolah dan Kelas 23
BAB III : PETA NILAI DAN INDIKATOR
A. Nilai, Jenjang Kelas, dan Indikator 31
B. Peta Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Berdasarkan Mata Pelajaran 41
C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Nilai, dan Indikator
Mata Pelajaran 48
BAB IV : INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER
BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP 81
PENUTUP 101

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT serta dukungan dan partisipasi berbagai pihak
akhirnya Naskah Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa telah rampung.
Naskah ini merupakan salah satu hasil dari program 100 hari yang diamanahkan kepada
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional Kabinet Bersatu II.
Kebijakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dicanangkan berdasarkan masukan
dari Masyarakat, pengembangan telah dilakukan bersama oleh Badan Penelitian dan
Pengembangan dan beberapa Unit Utama di lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional
serta kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Upaya yang telah dilakukan
masyarakat dan lembaga terkait berupa pemikiran tentang pendidikan nilai, moral, dan
karakter bangsa telah dikembangkan dan dilaksanakan dalam skala yang manageable
sesuai dengan kemampuan lembaga terkait dan dukungan kebijakan pemerintah. Pada saat
sekarang, kebijakan pemerintah merupakan bukan saja dukungan tetapi juga unsur yang
berperan aktif dalam pengembangan budaya dan karakter bangsa.
Berdasarkan kajian terhadap masukan dari masyarakat baik melalui media massa, seminar,
sarasehan, kajian literatur, maupun upaya langsung dalam melaksanakan pendidikan nilai,
moral, budaya, dan karakter, Badan Penelitian dan Pengembangan menyusun naskah
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Pikiran tentang Pendidikan Budaya dan Karakter
Bangsa yang tercantum dalam naskah yang ada di hadapan para pendidik dan peminat
pendidikan ini merupakan pikiran yang bersifat praktis dan dapat dilaksanakan dalam
suasana pendidikan yang ada di sekolah pada saat sekarang. Meskipun demikian,
pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa memerlukan berbagai perubahan
dalam pelaksanaan proses pendidikan yang terjadi di sekolah pada saat sekarang.
Perubahan yang diperlukan tidak mengubah kurikulum yang berlaku tetapi menghendaki
sikap baru dan keterampilan baru dari para guru, kepala sekolah dan konselor sekolah.
Sikap dan keterampilan baru tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi (condito
sine qua non) untuk keberhasilan implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.
Perubahan sikap dan penguasaan keterampilan yang dipersyaratkan tersebut hanya dapat
dikembangkan melalui pendidikan dalam jabatan yang berfokus, berkelanjutan, dan
sistemik.
Karakter sebagai suatu moral excellence atau akhlak dibangun di atas berbagia kebajikan
(virtues) yang pada gilirannya hanya memilikimakna ketika dilandasi atas nilai-nilai yang
berlaku dalam budaya (bangsa). Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang dimiliki
warga Negara Indonesia berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu
kebajikan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat dan bangsa Indonesia. Oleh karena
itu, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa diarahkan pada upaya mengembangkan nilainilai
mendasari suatu kebijakan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga Negara.
Berbeda dari materi ajar yang bersifat mastery, sebagaimana halnya suatu performance
content suatu kompetensi, materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bersifat
developmental. Perbedaan hakekat kedua kelompok materi tersebut menghendaki
perbedaan perlakuan dalam proses pendidikan. Materi pendidikan yang bersifat
developmental menghendaki proses pendidikan yang cukup panjang dan bersifat saling
menguat (reinforce) antara kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lainnya, antara proses
belajar di kelas dengan kegiatan kurikuler di sekolah dan di luar sekolah.
iii
Disamping persamaan dalam kelompok, materi belajar ranah pengetahuan (cognitive) yang
dalam satu kelompok developmental dengan nilai, antara keduanya terdapat perbedaan
yang mendasar dalam perencanaan pada dokumen kurikulum (KTSP), silabus, RPP, dan
proses belajar. Materi belajar ranah pengetahuan dapat dijadikan pokok bahasan sedangkan
materi nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa tidak dapat dijadikan pokok
bahasan karena mengandung resiko akan menjadi materi yang bersifat kognitif. Oleh
karena itu, dalam pengembangan materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa sikap
menyukai, ingin memiliki, dan mau menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar bagi
tindakan dalam perilaku kehidupan peserta didik sehari-hari merupakan persyaratan awal
yang mutlak untuk keberhasilan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.
Proses Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dilaksanakan melalui proses
belajar aktif. Sesuai dengan prinsip pengembangan nilai harus dilakukan secara aktif oleh
peserta didik (dirinya subyek yang akan menerima, menjadikan nilai sebagai miliknya dan
menjadikan nilai-nilai yang sudah dipelajarinya sebagai dasar dalam setiap tindakan) maka
posisi peserta didik sebagai subyek yang aktif dalam belajar adalah prinsip utama belajar
aktif. Oleh karena itu, keduanya saling memerlukan.
Selain sebagai pedoman untuk pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa,
naskah ini dilengkapi juga dengan indikator sekolah dan indikator kelas yang dianggap
kondusif dalam penerapan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kepada guru, kepala
sekolah, konselor sekolah dan pengawas dapat menggunakan indikator tersebut sebagai
pedoman dalam mengembangkan dan menilai budaya sekolah yang kondusif untuk
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.
Semoga naskah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh guru, kepala sekolah, konselor
sekolah, pengawas dan pihak lain yang terkait.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan
berpartisipasi dalam penyusunan naskah ini. Kami doakan semoga semua dukungan dan
partisipasi berupa pikiran, tenaga, waktu dan materi bernilai ibadah di sisi Tuhan Yang
Maha Kuasa. Amin.
Jakarta, Januari 2010
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Prof. Dr. H. Mansyur Ramly
iv

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN
KARAKTER BANGSA
Pengarah:
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan
Kepala Pusat Kurikulum
Penanggung Jawab Kegiatan:
Erry Utomo, Ph.D
Wakil Penanggung Jawab Kegiatan:
Drs. Sutjipto, M.Pd.
Tim Penulis Naskah:
Ketua:
Prof. Dr. Said Hamid Hasan
Anggota:
Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab
Prof. Dr. Yoyok Mulyana
Drs. M. Hamka, M.Ed
Drs. Kurniawan, M.Ed
Drs. Zulfikrie Anas, M.Ed
Dra. Lili Nurlaili, M.Ed
Dra. Maria Listiyanti
Drs. Jarwadi, M.Pd
Dra. Maria Chatarina
Drs. Heni Waluyo, M.Pd
Drs. Sapto Aji Wirantho
Dra. Suci Paresti, M.Ed
Drs. A. Buchori Ismail
Sekretaris Kegiatan:
Erlina Indarti, ST
1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan
itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media
cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa,
para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat
sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum
seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Persoalan yang
muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan,
perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn politik yang tidak
produktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa, seminar,
dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti
peraturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang
lebih kuat.
Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi,
masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan.
Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan
membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifat
preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda
bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab
berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Memang diakui bahwa hasil dari
pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera, tetapi memiliki
daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat.
Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education). Oleh
karena itu, sudah seharusnya kurikulum, saat ini, memberikan perhatian yang lebih
besar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masa
sebelumnya. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat, ahli pendidikan,
para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai media massa,
2
seminar, dan sarasehan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada
awal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang kuat akan
pendidikan budaya dan karakter bangsa. Apalagi jika dikaji, bahwa kebutuhan itu,
secara imperatif, adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam
Tujuan Pendidikan Nasional.
Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pula
menjadi kepedulian pemerintah. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya
dan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di berbagai
lembaga pemerintah, terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan Nasional.
Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikan
walaupun sifatnya belum menyeluruh. Keinginan masyarakat dan kepedulian
pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa, akhirnya berakumulasi
pada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa dan
menjadi salah satu program unggulan pemerintah, paling tidak untuk masa 5 (lima)
tahun mendatang. Pedoman sekolah ini adalah rancangan operasionalisasi kebijakan
pemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang
harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pasal 3 UU
Sisdiknas menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan nasional itu
merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan
oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan pendidikan nasional
menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.
3
Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter b21angsa
perlu dikemukakan pengertian istilah budaya, karakter bangsa, dan pendidikan.
Pengertian yang dikemukakan di sini dikemukakan secara teknis dan digunakan dalam
mengembangkan pedoman ini. Guru-guru Antropologi, Pendidikan Kewarganegaraan,
dan mata pelajaran lain, yang istilah-istilah itu menjadi pokok bahasan dalam mata
pelajaran terkait, tetap memiliki kebebasan sepenuhnya membahas dan berargumentasi
mengenai istilah-istilah tersebut secara akademik.
Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan
keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral,
norma, dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan
lingkungan alamnya. Sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan itu digunakan
dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial, sistem ekonomi, sistem
kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya. Manusia sebagai
makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan;
akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia
diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan yang telah
dihasilkannya. Ketika kehidupan manusia terus berkembang, maka yang berkembang
sesungguhnya adalah sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, ilmu,
teknologi, serta seni. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan
potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan
keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke
arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang.
Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari
hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai
landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Kebajikan terdiri atas
sejumlah nilai, moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, dan
hormat kepada orang lain. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan
karakter masyarakat dan karakter bangsa. Oleh karena itu, pengembangan karakter
bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang.
Akan tetapi, karena manusia hidup dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu, maka
pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan
sosial dan budaya yang berangkutan. Artinya, pengembangan budaya dan karakter
4
bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan
peserta didik dari lingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa.
Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila; jadi pendidikan budaya dan
karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Dengan kata lain, mendidik
budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri
peserta didik melalui pendidikan hati, otak, dan fisik.
Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan
potensi peserta didik. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa
dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat
dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai oleh
pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh
karena itu, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi
generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk
peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Dalam
proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik
mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan
nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan
kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa
yang bermartabat.
Berdasarkan pengertian budaya, karakter bangsa, dan pendidikan yang telah
dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai
pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri
peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya,
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota
masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif .
Atas dasar pemikiran itu, pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat
strategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang.
Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanaan yang baik, pendekatan yang
sesuai, dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan sifat suatu
nilai, pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah; oleh
karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah,
melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya
sekolah.
5
C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik
secara optimal. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta didik
berada, terutama dari lingkungan budayanya, karena peserta didik hidup tak terpishkan
dalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah budayanya.
Pendidikan yang tidak dilandasi oleh prinsip itu akan menyebabkan peserta didik
tercerabut dari akar budayanya. Ketika hal ini terjadi, maka mereka tidak akan
mengenal budayanya dengan baik sehingga ia menjadi orang “asing” dalam lingkungan
budayanya. Selain menjadi orang asing, yang lebih mengkhawatirkan adalah dia
menjadi orang yang tidak menyukai budayanya.
Budaya, yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang, dimulai dari
budaya di lingkungan terdekat (kampung, RT, RW, desa) berkembang ke lingkungan
yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh
ummat manusia. Apabila peserta didik menjadi asing dari budaya terdekat maka dia
tidak mengenal dengan baik budaya bangsa dan dia tidak mengenal dirinya sebagai
anggota budaya bangsa. Dalam situasi demikian, dia sangat rentan terhadap pengaruh
budaya luar dan bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa proses
pertimbangan (valueing). Kecenderungan itu terjadi karena dia tidak memiliki norma
dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan
pertimbangan (valueing).
Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan, semakin kuat pula
kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik. Pada
titik kulminasinya, norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro akan
menjadi norma dan nilai budaya bangsa. Dengan demikian, peserta didik akan menjadi
warga negara Indonesia yang memiliki wawasan, cara berpikir, cara bertindak, dan
cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma dan nilai ciri ke-Indonesiaannya.
Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas,
“mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Oleh karena itu, aturan
dasar yang mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) sudah
memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan keseluruhan potensi diri
seseorang sebagai anggota masyarakat dan bangsa.
6
Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, berfungsi mewariskan nilai-nilai dan
prestasi masa lalu ke generasi mendatang. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan
kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Selain
mewariskan, pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai
budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan
kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan prestasi baru
yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan budaya dan karakter
bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan.
Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki
suatu proses yang berkelanjutan, dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada
dalam kurikulum (kewarganegaraan, sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi,
antropologi, bahasa Indonesia, IPS, IPA, matematika, agama, pendidikan jasmani dan
olahraga, seni, serta ketrampilan). Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa,
kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting.
Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang
memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu
yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. Selain itu, pendidikan harus
membangun pula kesadaran, pengetahuan, wawasan, dan nilai berkenaan dengan
lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi), nilai yang hidup di masyarakat
(antropologi), sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi), sistem
ketatanegaraan, pemerintahan, dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan),
bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya, kehidupan perekonomian, ilmu, teknologi,
dan seni. Artinya, perlu ada upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilainilai
yang menjadi dasar bagi pendidikan budaya dan karakter bangsa. Dengan
terobosan kurikulum yang demikian, nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri
peserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri,
masyarakat, bangsa, dan bahkan umat manusia.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau
kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. Kebajikan yang
menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. Oleh karena itu pendidikan
budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang
berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia, agama, budaya, dan
nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.
7
D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:
1. pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi
berperilaku baik; ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang
mencerminkan budaya dan karakter bangsa;
2. perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam
pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat; dan
3. penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.
E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:
1. mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan
warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
2. mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan
dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
3. menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai
generasi penerus bangsa;
4. mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri,
kreatif, berwawasan kebangsaan; dan
5. mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang
aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan
yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).
F. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa
diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini.
8
1. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena itu,
kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama
dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada
nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai
pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan
kaidah yang berasal dari agama.
2. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip
kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat
pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang
terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi,
kemasyarakatan, budaya, dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa
bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik,
yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilainilai
Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.
3. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup
bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat
itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu
konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Posisi budaya
yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya
menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
4. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap
warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di
berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai
kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan
pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan
pendidikan budaya dan karakter bangsa.
9
Gambar 1. Baris berbaris (nilai disiplin)
Berdasarkan keempat sumber nilai itu, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan
budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini.
Tabel 1. Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
NILAI DESKRIPSI
1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan
ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan
pemeluk agama lain.
2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya
sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,
suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang
berbeda dari dirinya.
4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh
pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh
dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas,
serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara
atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada
orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
11
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN
KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI
MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI,
DAN BUDAYA SEKOLAH
A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter
Bangsa
Pada prinsipnya, pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai
pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri, dan
budaya sekolah. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai
yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus dan Rencana Program
Pembelajaran (RPP) yang sudah ada.
Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan
karakter bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai
budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas
keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan,
menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan
keyakinan diri. Dengan prinsip ini, peserta didik belajar melalui proses berpikir,
bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan
kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan sosial dan mendorong peserta
didik untuk melihat diri sendiri sebagai makhluk sosial.
Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan
karakter bangsa.
1. Berkelanjutan; mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilai
budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang, dimulai dari awal
peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. Sejatinya, proses
tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak
sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di
SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun.
10
NILAI DESKRIPSI
8. Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama
hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk
mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu
yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas
kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan
kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi
terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya,
ekonomi, dan politik bangsa.
12. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk
menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan
mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/
Komuniktif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,
bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang
lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai
bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah
kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan
mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan
pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas
dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan,
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam,
sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Catatan:
Sekolah dan guru dapat menambah atau pun mengurangi nilai-nilai tersebut sesuai
dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah dan hakekat materi SK/KD dan
materi bahasan suatu mata pelajaran. Meskipun demikian, ada 5 nilai yang diharapkan
menjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman, jujur,
peduli, cerdas, dan tangguh/kerjakeras.
12
2. Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah;
mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
dilakukan melalui setiap mata pelajaran, dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan
ekstrakurikuler. Gambar 1 berikut ini memperlihatkan pengembangan nilai-nilai
melalui jalur-jalur itu:
Gambar 2. Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa melalui berbagai mata pelajaran yang
telah ditetapkan dalam Standar Isi (SI), digambarkan sebagai berikut ini.
NILAI
MP 1
MP 2
MP 3
MP 4
MP 5
MP6
MP .n
Gambar 3. Pengembangan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa melalui Setiap Mata Pelajaran
3. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan; mengandung makna bahwa materi nilai
budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa; artinya, nilai-nilai itu tidak
dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan
suatu konsep, teori, prosedur, ataupun fakta seperti dalam mata pelajaran agama,
bahasa Indonesia, PKn, IPA, IPS, matematika, pendidikan jasmani dan kesehatan,
seni, dan ketrampilan.
MATA PELAJARAN
NILAI PENGEMBANGAN DIRI
BUDAYA SEKOLAH
13
Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Oleh karena itu, guru tidak perlu mengubah
pokok bahasan yang sudah ada, tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu
untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Juga, guru tidak
harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. Suatu
hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk
mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
Konsekuensi dari prinsip ini, nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tidak
ditanyakan dalam ulangan ataupun ujian. Walaupun demikian, peserta didik perlu
mengetahui pengertian dari suatu nilai yang sedang mereka tumbuhkan pada diri
mereka. Mereka tidak boleh berada dalam posisi tidak tahu dan tidak paham makna
nilai itu.
4. Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan;
prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa
dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Guru menerapkan prinsip ”tut wuri
Gambar 4. Warung Kejujuran
Nilai kejujuran dikembangkan dengan praktik langsung melalui
warung kejujuran, tidak diajarkan sebagai materi atau pokok
bahasan dalam mata pelajaran. Pembeli membayar sesuai dengan
harga yang ditentukan.
NILAI
MP 1
MP 2
MP 3
MP 4
MP 5
MP 6
MP .n
14
handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. Prinsip ini juga
menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang
menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinatif.
Diawali dengan perkenalan terhadap pengertian nilai yang dikembangkan maka
guru menuntun peserta didik agar aktif. Hal ini dilakukan tanpa guru mengatakan
kepada peserta didik bahwa mereka harus aktif, tapi guru merencanakan kegiatan
belajar yang menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan, mencari
sumber informasi, dan mengumpulkan informasi dari sumber, mengolah informasi
yang sudah dimiliki, merekonstruksi data, fakta, atau nilai, menyajikan hasil
rekonstruksi atau proses pengembangan nilai, menumbuhkan nilai-nilai budaya dan
karakter pada diri mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas,
sekolah, dan tugas-tugas di luar sekolah.
Gambar 5. Pembelajaran Aktif
B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh
kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai
suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut
ini.
15
1. Program Pengembangan Diri
Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan
budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan
sehari-hari sekolah, yaitu melalui hal-hal berikut.
a. Kegiatan rutin sekolah
Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus
menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari
besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan (kuku, telinga, rambut, dan
lain-lain) setiap hari Senin, beribadah bersama atau shalat bersama setiap
dhuhur (bagi yang beragama Islam), berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran,
mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman.
b. Kegiatan spontan
Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu
juga. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan
yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik
yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Apabila guru mengetahui adanya
perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus
Gambar 6. Membersihkan Kelas Gambar 7. Upacara Bendera
16
melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang
tidak baik itu. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya,
berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku
tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh.
Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak
baik dan yang baik sehingga perlu dipuji, misalnya: memperoleh nilai tinggi,
menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian,
berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji.
Gambar 8. Nilai cinta damai
c. Keteladanan
Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain
dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga
diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. Jika guru
dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku
dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru
dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama
memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu.
Misalnya, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur
kata sopan, kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga
kebersihan.
17
Gambar 9. Menolong teman yang terluka (nilai kasih sayang)
d. Pengkondisian
Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa
maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah
harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang
diinginkan. Misalnya, toilet yang selalu bersih, bak sampah ada di berbagai
tempat dan selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan
teratur.
Gambar 10. Pengkondisian suasana sekolah yang bersih didukung oleh fasilitas
yang memadai.
18
2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran
Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan
dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut
dicantumkan dalam silabus dan RPP. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus
ditempuh melalui cara-cara berikut ini:
a. mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar
Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang
tercantum itu sudah tercakup di dalamnya;
b. menggunakan tabel 1 yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD
dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan;
c. mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel 1 itu ke
dalam silabus;
d. mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP;
e. mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang
memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi
nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; dan
f. memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan
untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku.
Gambar 11. Guru mengintegrasikan nilai dalam mata pelajaran
19
3. Budaya Sekolah
Budaya sekolah cakupannya sangat luas, umumnya mencakup ritual, harapan,
hubungan, demografi, kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, proses
mengambil keputusan, kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di
sekolah. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik
berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya,
pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antaranggota kelompok masyarakat
sekolah. Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh berbagai
aturan, norma, moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah.
Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian
sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, dan tanggung jawab merupakan
nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.
Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam
budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru,
konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan
menggunakan fasilitas sekolah.
Gambar 12. Budaya bersih
C. Pengembangan Proses Pembelajaran
Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses
belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada anak; dilakukan melalui berbagai
kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat.
20
1. Kelas, melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang
sedemikian rupa. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah
kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu, tidak selalu diperlukan kegiatan
belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan
karakter bangsa. Meskipun demikian, untuk pengembangan nilai-nilai tertentu
seperti kerja keras, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, cinta
tanah air, dan gemar membaca dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan
guru. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial, peduli
lingkungan, rasa ingin tahu, dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga
peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang
menunjukkan nilai-nilai itu.
Gambar 13. Gemar membaca
2. Sekolah, melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik, guru,
kepala sekolah, dan tenaga administrasi di sekolah itu, direncanakan sejak awal
tahun pelajaran, dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan seharihari
sebagai bagian dari budaya sekolah. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan
ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu
bertema cinta tanah air, pagelaran seni, lomba pidato bertema budaya dan karakter
bangsa, pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa, lomba olah raga
antarkelas, lomba kesenian antarkelas, pameran hasil karya peserta didik bertema
budaya dan karakter bangsa, pameran foto hasil karya peserta didik bertema
21
budaya dan karakter bangsa, lomba membuat tulisan, lomba mengarang lagu,
melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya dan karakter
bangsa, mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi, gelar wicara, atau
berceramah yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa.
��
��
Gambar 14. Pagelaran seni
3. Luar sekolah, melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang diikuti oleh
seluruh atau sebagian peserta didik, dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran,
dan dimasukkan ke dalam Kalender Akademik. Misalnya, kunjungan ke tempattempat
yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menumbuhkan semangat
kebangsaan, melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian
dan kesetiakawanan sosial (membantu mereka yang tertimpa musibah banjir,
memperbaiki atau membersihkan tempat-tempat umum, membantu membersihkan
atau mengatur barang di tempat ibadah tertentu).
Gambar 15. Kesetiakawanan sosial
22
D. Penilaian Hasil Belajar
Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator.
Sebagai contoh, indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan
“mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat,
diamati, dipelajari, atau dirasakan” maka guru mengamati (melalui berbagai cara)
apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili perasaan dirinya.
Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara lisan tetapi dapat juga
dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh. Perasaan yang dinyatakan
itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang tidak berbeda dengan perasaan
umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada yang bertentangan dengan perasaan
umum teman sekelasnya.
Penilaian dilakukan secara terus menerus, setiap saat guru berada di kelas atau di
sekolah. Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya
perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan) selalu dapat digunakan
guru. Selain itu, guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau
kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai
yang dimilikinya. Sebagai contoh, peserta didik dimintakan menyatakan sikapnya
terhadap upaya menolong pemalas, memberikan bantuan terhadap orang kikir, atau
hal-hal lain yang bersifat bukan kontroversial sampai kepada hal yang dapat
mengundang konflik pada dirinya.
Gambar 16. Melakukan observasi
23
Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya, guru dapat
memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu indikator atau
bahkan suatu nilai. Kesimpulan atau pertimbangan itu dapat dinyatakan dalam
pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.
BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal
perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya
tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum
konsisten).
MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda
perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten).
MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku
yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten).
Pernyataan kualitatif di atas dapat digunakan ketika guru melakukan asesmen pada
setiap kegiatan belajar sehingga guru memperoleh profile peserta didik dalam satu
semester tentang nilai terkait (jujur, kerja keras, peduli, cerdas, dan sebagainya). Guru
dapat pula menggunakan BT, MT, MB atau MK tersebut dalam rapor.
Posisi nilai yang dimiliki peserta didik adalah posisi seorang peserta didik di akhir
semester, bukan hasil tambah atau akumulasi berbagai kesempatan/tindakan penilaian
selama satu semester tersebut. Jadi, apabila pada awal semester seorang peserta didik
masih dalam status BT sedangkan pada penilaian di akhir emester yang bersangkutan
sudah berada pada MB maka untuk rapor digunakan MB. Ini membedakan penilaian
hasil belajar pengetahuan dengan nilai dan ketrampilan.
E. Indikator Sekolah dan Kelas
Ada 2 (dua) jenis indikator yang dikembangkan dalam pedoman ini. Pertama,
indikator untuk sekolah dan kelas. Kedua, indikator untuk mata pelajaran. Indikator
sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, guru, dan
personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah
sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Indikator ini
24
berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah
sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang
peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu.
Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik di kelas dan sekolah yang
dapat diamati melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu
tindakan di sekolah, tanya jawab dengan peserta didik, jawaban yang diberikan peserta
didik terhadap tugas dan pertanyaan guru, serta tulisan peserta didik dalam laporan
dan pekerjaan rumah.
Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa
bersifat progresif. Artinya, perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara
satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya ( 1-3; 4-6; 7-9; 10-12), dan bahkan
dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa
lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih
kompleks. Misalkan,”membagi makanan kepada teman” sebagai indikator kepedulian
sosial pada jenjang kelas 1 – 3. Guru dapat mengembangkannya menjadi “membagi
makanan”, membagi pensil, membagi buku, dan sebagainya.
Indikator berfungsi bagi guru sebagai kriteria untuk memberikan pertimbangan
tentang perilaku untuk nilai tertentu telah menjadi perilaku yang dimiliki peserta didik.
Untuk mengetahui bahwa suatu sekolah itu telah melaksanakan pembelajaran yang
mengembangkan budaya dan karakter bangsa, maka ditetapkan indikator sekolah dan
kelas antara lain seperti berikut ini.
25
INDIKATOR KEBERHASILAN SEKOLAH DAN KELAS DALAM
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS
1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh
dalam melaksanakan ajaran agama
yang dianutnya, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama lain,
serta hidup rukun dengan pemeluk
agama lain.
�� Merayakan hari-hari besar
keagamaan.
�� Memiliki fasilitas yang dapat
digunakan untuk beribadah.
�� Memberikan kesempatan kepada
semua peserta didik untuk
melaksanakan ibadah.
�� Berdoa sebelum dan sesudah
pelajaran.
�� Memberikan kesempatan kepada
semua peserta didik untuk
melaksanakan ibadah.
2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada
upaya menjadikan dirinya sebagai
orang yang selalu dapat dipercaya
dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.
�� Menyediakan fasilitas tempat temuan
barang hilang.
�� Tranparansi laporan keuangan dan
penilaian sekolah secara berkala.
�� Menyediakan kantin kejujuran.
�� Menyediakan kotak saran dan
pengaduan.
�� Larangan membawa fasilitas
komunikasi pada saat ulangan atau
ujian.
�� Menyediakan fasilitas tempat
temuan barang hilang.
�� Tempat pengumuman barang
temuan atau hilang.
�� Tranparansi laporan keuangan
dan penilaian kelas secara
berkala.
�� Larangan menyontek.
3. Toleransi Sikap dan tindakan yang
menghargai perbedaan agama, suku,
etnis,pendapat, sikap, dan tindakan
orang lain yang berbeda dari dirinya
�� Menghargai dan memberikan
perlakuan yang sama terhadap
seluruh warga sekolah tanpa
membedakan suku, agama, ras,
golongan, status sosial, status
ekonomi, dan kemampuan khas.
�� Memberikan perlakuan yang sama
terhadap stakeholder tanpa
membedakan suku, agama, ras,
golongan, status sosial, dan status
ekonomi.
�� Memberikan pelayanan yang
sama terhadap seluruh warga
kelas tanpa membedakan suku,
agama, ras, golongan, status
sosial, dan status ekonomi.
�� Memberikan pelayanan terhadap
anak berkebutuhan khusus.
�� Bekerja dalam kelompok yang
berbeda.
25
27
NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS
8. Demokratis Cara berpikir, bersikap, dan
bertindak yang menilai sama hak
dan kewajiban dirinya dan orang
lain.
�� Melibatkan warga sekolah dalam
setiap pengambilan keputusan.
�� Menciptakan suasana sekolah yang
menerima perbedaan.
�� Pemilihan kepengurusan OSIS secara
terbuka.
�� Mengambil keputusan kelas
secara bersama melalui
musyawarah dan mufakat.
�� Pemilihan kepengurusan kelas
secara terbuka.
�� Seluruh produk kebijakan
melalui musyawarah dan
mufakat.
�� Mengimplementasikan modelmodel
pembelajaran yang
dialogis dan interaktif.
9. Rasa Ingin
Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu
berupaya untuk mengetahui lebih
mendalam dan meluas dari sesuatu
yang dipelajari, dilihat, dan
didengar.
�� Menyediakan media komunikasi atau
informasi (media cetak atau media
elektronik) untuk berekspresi bagi
warga sekolah.
�� Memfasilitasi warga sekolah untuk
bereksplorasi dalam pendidikan, ilmu
pengetahuan, teknologi, dan budaya.
�� Menciptakan suasana kelas yang
mengundang rasa ingin tahu.
�� Eksplorasi lingkungan secara
terprogram.
�� Tersedia media komunikasi atau
informasi (media cetak atau
media elektronik).
10. Semangat
Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan
berwawasan yang menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di
atas kepentingan diri dan
kelompoknya.
�� Melakukan upacara rutin sekolah.
�� Melakukan upacara hari-hari besar
nasional.
�� Menyelenggarakan peringatan hari
kepahlawanan nasional.
�� Memiliki program melakukan
kunjungan ke tempat bersejarah.
�� Mengikuti lomba pada hari besar
nasional.
�� Bekerja sama dengan teman
sekelas yang berbeda suku,
etnis, status sosial-ekonomi.
�� Mendiskusikan hari-hari besar
nasional.
11. Cinta Tanah
Air
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat
yang menunjukkan kesetiaan,
kepedulian, dan penghargaan yang
tinggi terhadap bahasa, lingkungan
�� Menggunakan produk buatan dalam
negeri.
�� Menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
�� Memajangkan: foto presiden dan
wakil presiden, bendera negara,
lambang negara, peta Indonesia,
gambar kehidupan masyarakat
27
26
NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS
4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan
perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan.
�� Memiliki catatan kehadiran.
�� Memberikan penghargaan kepada
warga sekolah yang disiplin.
�� Memiliki tata tertib sekolah.
�� Membiasakan warga sekolah untuk
berdisiplin.
�� Menegakkan aturan dengan
memberikan sanksi secara adil bagi
pelanggar tata tertib sekolah.
�� Menyediakan peralatan praktik
sesuai program studi keahlian
(SMK).
�� Membiasakan hadir tepat waktu.
�� Membiasakan mematuhi aturan.
�� Menggunakan pakaian praktik
sesuai dengan program studi
keahliannya (SMK).
�� Penyimpanan dan pengeluaran
alat dan bahan (sesuai program
studi keahlian) (SMK).
5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya
sungguh-sungguh dalam mengatasi
berbagai hambatan belajar, tugas
dan menyelesaikan tugas dengan
sebaik-baiknya.
�� Menciptakan suasana kompetisi yang
sehat.
�� Menciptakan suasana sekolah yang
menantang dan memacu untuk
bekerja keras.
�� Memiliki pajangan tentang slogan
atau motto tentang kerja.
�� Menciptakan suasana kompetisi
yang sehat.
�� Menciptakan kondisi etos kerja,
pantang menyerah, dan daya
tahan belajar.
�� Mencipatakan suasana belajar
yang memacu daya tahan kerja.
�� Memiliki pajangan tentang
slogan atau motto tentang giat
bekerja dan belajar.
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu
untuk menghasilkan cara atau hasil
baru dari sesuatu yang telah
dimiliki.
Menciptakan situasi yang
menumbuhkan daya berpikir dan
bertindak kreatif.
�� Menciptakan situasi belajar yang
bisa menumbuhkan daya pikir
dan bertindak kreatif.
�� Pemberian tugas yang
menantang munculnya karyakarya
baru baik yang autentik
maupun modifikasi.
7. Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah
tergantung pada orang lain dalam
menyelesaikan tugas-tugas.
Menciptakan situasi sekolah yang
membangun kemandirian peserta didik.
Menciptakan suasana kelas yang
memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk bekerja mandiri.
26
29
NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS
15. Gemar
Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu
untuk membaca berbagai bacaan
yang memberikan kebajikan bagi
dirinya.
�� Program wajib baca.
�� Frekuensi kunjungan perpustakaan.
�� Menyediakan fasilitas dan suasana
menyenangkan untuk membaca.
�� Daftar buku atau tulisan yang
dibaca peserta didik.
�� Frekuensi kunjungan
perpustakaan.
�� Saling tukar bacaan.
�� Pembelajaran yang memotivasi
anak menggunakan referensi.
16. Peduli
Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu
berupaya mencegah kerusakan pada
lingkungan alam di sekitarnya dan
mengembangkan upaya-upaya
untuk memperbaiki kerusakan alam
yang sudah terjadi.
�� Pembiasaan memelihara kebersihan
dan kelestarian lingkungan sekolah.
�� Tersedia tempat pembuangan sampah
dan tempat cuci tangan.
�� Menyediakan kamar mandi dan air
bersih.
�� Pembiasaan hemat energi.
�� Membuat biopori di area sekolah.
�� Membangun saluran pembuangan air
limbah dengan baik.
�� Melakukan pembiasaan memisahkan
jenis sampah organik dan anorganik.
�� Penugasan pembuatan kompos dari
sampah organik.
�� Penanganan limbah hasil praktik
(SMK).
�� Menyediakan peralatan kebersihan.
�� Membuat tandon penyimpanan air.
�� Memrogramkan cinta bersih
lingkungan.
�� Memelihara lingkungan kelas.
�� Tersedia tempat pembuangan
sampah di dalam kelas.
�� Pembiasaan hemat energi.
�� Memasang stiker perintah
mematikan lampu dan menutup
kran air pada setiap ruangan
apabila selesai digunakan
(SMK).
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu
ingin memberi bantuan pada orang
lain dan masyarakat yang
membutuhkan.
�� Memfasilitasi kegiatan bersifat
sosial.
�� Melakukan aksi sosial.
�� Menyediakan fasilitas untuk
menyumbang.
�� Berempati kepada sesama teman
kelas.
�� Melakukan aksi sosial.
�� Membangun kerukunan warga
kelas.
29
28
NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS
fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan
politik bangsa.
�� Menyediakan informasi (dari
sumber cetak, elektronik) tentang
kekayaan alam dan budaya
Indonesia.
Indonesia.
�� Menggunakan produk buatan
dalam negeri.
12. Menghargai
Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong
dirinya untuk menghasilkan sesuatu
yang berguna bagi masyarakat,
mengakui, dan menghormati
keberhasilan orang lain.
�� Memberikan penghargaan atas hasil
prestasi kepada warga sekolah.
�� Memajang tanda-tanda penghargaan
prestasi.
�� Memberikan penghargaan atas
hasil karya peserta didik.
�� Memajang tanda-tanda
penghargaan prestasi.
�� Menciptakan suasana
pembelajaran untuk memotivasi
peserta didik berprestasi.
13. Bersahabat/
Komuniktif
Tindakan yang memperlihatkan rasa
senang berbicara, bergaul, dan
bekerja sama dengan orang lain.
�� Suasana sekolah yang memudahkan
terjadinya interaksi antarwarga
sekolah.
�� Berkomunikasi dengan bahasa yang
santun.
�� Saling menghargai dan menjaga
kehormatan.
�� Pergaulan dengan cinta kasih dan
rela berkorban.
�� Pengaturan kelas yang
memudahkan terjadinya
interaksi peserta didik.
�� Pembelajaran yang dialogis.
�� Guru mendengarkan keluhankeluhan
peserta didik.
�� Dalam berkomunikasi, guru
tidak menjaga jarak dengan
peserta didik.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang
menyebabkan orang lain merasa
senang dan aman atas kehadiran
dirinya
�� Menciptakan suasana sekolah dan
bekerja yang nyaman, tenteram, dan
harmonis.
�� Membiasakan perilaku warga
sekolah yang anti kekerasan.
�� Membiasakan perilaku warga
sekolah yang tidak bias gender.
�� Perilaku seluruh warga sekolah yang
penuh kasih sayang.
�� Menciptakan suasana kelas yang
damai.
�� Membiasakan perilaku warga
sekolah yang anti kekerasan.
�� Pembelajaran yang tidak bias
gender.
�� Kekerabatan di kelas yang
penuh kasih sayang.
28
31
PETA NILAI DAN INDIKATOR
Bab III ini memuat nilai dan indikator minimal, peta nilai yang diidentifikasi untuk
sejumlah mata pelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta keterkaitan
antara SK dan KD, nilai, dan indikator untuk setiap jenjang kelas yang digunakan dalam
pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Dalam pedoman ini ada 4
jenjang kelas yaitu SD (1-3, 4-6), SMP (7-9), SMA/SMK (10-12).
A. NILAI, JENJANG KELAS, DAN INDIKATOR
Tabel berikut menggambarkan keterkaitan antara nilai, jenjang kelas, dan indikator
untuk nilai itu. Indikator itu bersifat berkembang secara progresif. Artinya, perilaku
yang dirumuskan dalam indikator untuk jenjang kelas 1 - 3 lebih sederhana
dibandingkan perilaku untuk jenjang kelas 4 - 6. Bagi nilai yang sama, perilaku yang
dirumuskan dalam indikator untuk kelas 7
- 9 lebih kompleks dibandingkan untuk
kelas 4 - 6, tetapi lebih sederhana
dibandingkan untuk kelas 10 - 12.
Misalnya, bagi nilai religius, indikator
“mengenal dan mensyukuri tubuh dan
bagiannya sebagai ciptaan Tuhan melalui
cara merawatnya dengan baik” untuk
kelas 1-3 lebih sederhana dibandingkan
indikator “mengagumi sistem dan cara
kerja organ-organ tubuh manusia yang
sempurna dalam sinkronisasi fungsi
organ” untuk kelas 4-6 karena mengagumi sistem dan cara kerja organ lebih tinggi
dibandingkan mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagian tubuh.
Gambar 17. Indikator perilaku nilai-nilai
30
NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS
18. Tanggung
jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk
melaksanakan tugas dan
kewajibannya, yang seharusnya dia
lakukan, terhadap diri sendiri,
masyarakat, lingkungan (alam,
sosial dan budaya), negara dan
Tuhan Yang Maha Esa.
�� Membuat laporan setiap kegiatan
yang dilakukan dalam bentuk lisan
maupun tertulis.
�� Melakukan tugas tanpa disuruh.
�� Menunjukkan prakarsa untuk
mengatasi masalah dalam lingkup
terdekat.
�� Menghindarkan kecurangan dalam
pelaksanaan tugas.
�� Pelaksanaan tugas piket secara
teratur.
�� Peran serta aktif dalam kegiatan
sekolah.
�� Mengajukan usul pemecahan
masalah.
30
32
1. KETERKAITAN NILAI DAN INDIKATOR UNTUK SEKOLAH DASAR
NILAI
INDIKATOR
1 - 3 4 - 6
Religius:
Sikap dan perilaku yang patuh
dalam melaksanakan ajaran
agama yang dianutnya, toleran
terhadap pelaksanaan ibadah
agama lain, serta hidup rukun
dengan pemeluk agama lain.
Mengenal dan mensyukuri
tubuh dan bagiannya sebagai
ciptaan Tuhan melalui cara
merawatnya dengan baik.
Mengagumi sistem dan cara
kerja organ-organ tubuh
manusia yang sempurna
dalam sinkronisasi fungsi
organ.
Mengagumi kebesaran Tuhan
karena kelahirannya di dunia
dan hormat kepada
orangtuanya.
Bersyukur kepada Tuhan
karena memiliki keluarga
yang menyayanginya.
Mengagumi kekuasaan
Tuhan yang telah
menciptakan berbagai jenis
bahasa dan suku bangsa.
Merasakan kekuasaan Tuhan
yang telah menciptakan
berbagai keteraturan dalam
berbahasa.
Senang mengikuti aturan
kelas dan sekolah untuk
kepentingan hidup bersama.
Merasakan manfaat aturan
kelas dan sekolah sebagai
keperluan untuk hidup
bersama.
Senang bergaul dengan
teman sekelas dan satu
sekolah dengan berbagai
perbedaan yang telah
diciptakan-Nya.
Membantu teman yang
memerlukan bantuan sebagai
suatu ibadah atau kebajikan.
Jujur:
Perilaku yang didasarkan pada
upaya menjadikan dirinya
sebagai orang yang selalu
dapat dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.
Tidak meniru jawaban teman
(menyontek) ketika ulangan
ataupun mengerjakan tugas
di kelas.
Tidak meniru pekerjaan
temannya dalam mengerjakan
tugas di rumah.
Menjawab pertanyaan guru
tentang sesuatu berdasarkan
yang diketahuinya.
Mengatakan dengan
sesungguhnya sesuatu yang
telah terjadi atau yang
dialaminya.
Mau bercerita tentang
kesulitan dirinya dalam
berteman.
Mau bercerita tentang
kesulitan menerima pendapat
temannya.
Menceritakan suatu kejadian
berdasarkan sesuatu yang
diketahuinya.
Mengemukakan pendapat
tentang sesuatu sesuai dengan
yang diyakininya.
Mau menyatakan tentang
ketidaknyaman suasana
belajar di kelas.
Mengemukakan
ketidaknyaman dirinya dalam
belajar di sekolah.
Toleransi:
Sikap dan tindakan yang
menghargai perbedaan agama,
suku, etnis, pendapat, sikap,
dan tindakan orang lain yang
berbeda dari dirinya.
Tidak mengganggu teman
yang berlainan agama dalam
beribadah.
Menjaga hak teman yang
berbeda agama untuk
melaksanakan ajaran
agamanya.
Mau bertegur sapa dengan
teman yang berbeda
pendapat.
Menghargai pendapat yang
berbeda sebagai sesuatu yang
alami dan insani.
33
NILAI
INDIKATOR
1 - 3 4 - 6
Membantu teman yang
mengalami kesulitan
walaupun be rbeda dalam
agama, suku, dan etnis.
Bekerja sama dengan teman
yang berbeda agama, suku,
dan etnis dalam kegiatankegiatan
kelas dan sekolah.
Menerima pendapat teman
yang berbeda dari pendapat
dirinya.
Bersahabat dengan teman
yang berbeda pendapat.
Disiplin:
Tindakan yang menunjukkan
perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan
peraturan.
Datang ke sekolah dan
masuk kelas pada waktunya.
Menyelesaikan tugas pada
waktunya.
Melaksanakan tugas-tugas
kelas yang menjadi tanggung
jawabnya.
Saling menjaga dengan teman
agar semua tugas-tugas kelas
terlaksana dengan baik.
Duduk pada tempat yang
telah ditetapkan.
Selalu mengajak teman
menjaga ketertiban kelas.
Menaati peraturan sekolah
dan kelas.
Mengingatkan teman yang
melanggar peraturan dengan
kata-kata sopan dan tidak
menyinggung.
Berpakaian rapi. Berpakaian sopan dan rapi.
Mematuhi aturan permainan. Mematuhi aturan sekolah.
Kerja keras:
Perilaku yang menunjukkan
upaya sungguh-sungguh
dalam mengatasi berbagai
hambatan belajar, tugas, dan
menyelesaikan tugas dengan
sebaik-baiknya.
Mengerjakan semua tugas
kelas dengan sungguhsungguh.
Mengerjakaan tugas dengan
teliti dan rapi.
Mencari informasi dari
sumber di luar buku
pelajaran.
Mencari informasi dari
sumber-sumber di luar
sekolah.
Menyelesaikan PR pada
waktunya.
Mengerjakan tugas-tugas dari
guru pada waktunya.
Menggunakan sebagian besar
waktu di kelas untuk belajar.
Fokus pada tugas-tugas yang
diberikan guru di kelas.
Mencatat dengan sungguhsungguh
sesuatu yang
ditugaskan guru.
Mencatat dengan sungguhsungguh
sesuatu yang dibaca,
diamati, dan didengar untuk
kegiatan kelas.
Kreatif:
Berpikir dan melakukan
sesuatu yang menghasilkan
cara atau hasil baru
berdasarkan sesuatu yang telah
dimiliki.
Membuat suatu karya dari
bahan yang tersedia di kelas.
Membuat berbagai kalimat
baru dari sebuah kata.
Mengusulkan suatu kegiatan
baru di kelas.
Bertanya tentang sesuatu
yang berkenaan dengan
pelajaran tetapi di luar
cakupam materi pelajaran.
Menyatakan perasaannya
dalam gambar, seni, bentukbentuk
komunikasi lisan dan
tulis.
Membuat karya tulis tentang
hal baru tapi terkait dengan
materi pelajaran.
34
NILAI
INDIKATOR
1 - 3 4 - 6
Melakukan tindakantindakan
untuk membuat
kelas menjadi sesuatu yang
nyaman.
Melakukan penghijauan atau
penyegaran halaman sekolah.
Mandiri:
Sikap dan prilaku yang tidak
mudah tergantung pada orang
lain dalam menyelesaikan
tugas-tugas.
Melakukan sendiri tugas
kelas yang menjadi tanggung
jawabnya.
Mencari sumber untuk
menyelesaikan tugas sekolah
tanpa bantuan pustakawan
sekolah.
Mengerjakan PR tanpa
meniru pekerjaan temannya.
Mengerjakan PR tanpa
meniru pekerjaan temannya.
Demokratis:
Cara berpikir, bersikap, dan
bertindak yang menilai sama
hak dan kewajiban dirinya dan
orang lain.
Menerima ketua kelas
terpilih berdasarkan suara
terbanyak.
Membiasakan diri
bermusyawarah dengan
teman-teman.
Memberikan suara dalam
pemilihan di kelas dan
sekolah.
Menerima kekalahan dalam
pemilihan dengan ikhlas.
Mengemukakan pikiran
tentang teman-teman sekelas.
Mengemukakan pendapat
tentang teman yang jadi
pemimpinnya.
Ikut membantu
melaksanakan program ketua
kelas.
Memberi kesempatan kepada
teman yang menjadi
pemimpinnya untuk bekerja.
Menerima arahan dari ketua
kelas, ketua kelompok
belajar, dan OSIS.
Melaksanakan kegiatan yang
dirancang oleh teman yang
menjadi pemimpinnya.
Rasa ingin tahu:
Sikap dan tindakan yang
selalu berupaya untuk
mengetahui lebih mendalam
dan meluas dari sesuatu yang
dipelajari, dilihat, dan
didengar.
Bertanya kepada guru dan
teman tentang materi
pelajaran.
Bertanya atau membaca
sumber di luar buku teks
tentang materi yang terkait
dengan pelajaran.
Bertanya kepada sesuatu
tentang gejala alam yang
baru terjadi.
Membaca atau mendiskusikan
gejala alam yang baru terjadi.
Bertanya kepada guru
tentang sesuatu yang
didengar dari radio atau
televisi.
Bertanya tentang beberapa
peristiwa alam, sosial,
budaya, ekonomi, politik,
teknologi yang baru didengar.
Bertanya tentang berbagai
peristiwa yang dibaca dari
media cetak.
Bertanya tentang sesuatu
yang terkait dengan materi
pelajaran tetapi di luar yang
dibahas di kelas.
Semangat kebangsaan:
Cara berpikir, bertindak, dan
berwawasan yang
menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas
kepentingan diri dan
kelompoknya.
Turut serta dalam upacara
peringatan hari pahlawan dan
proklamasi kemerdekaan.
Turut serta dalam panitia
peringatan hari pahlawan dan
proklamasi kemerdekaan.
Menggunakan bahasa
Indonesia ketika ada teman
dari suku lain.
Menggunakan bahasa
Indonesia ketika berbicara di
kelas.
Menyanyikan lagu Indonesia
Raya dan lagu-lagu wajib.
Menyanyikan lagu-lagu
perjuangan.
Mengagumi banyaknya
keragaman bahasa di
Indonesia.
Menyukai berbagai upacara
adat di nusantara.
35
NILAI
INDIKATOR
1 - 3 4 - 6
Mengakui persamaan hak
dan kewajiban antara dirinya
dan teman sebangsa dari
suku, etnis, budaya lain.
Bekerja sama dengan teman
dari suku, etnis, budaya lain
berdasarkan persamaan hak
dan kewajiban.
Membaca buku-buku
mengenai suku bangsa dan
etnis yang berjuang bersama
dalam mempertahankan
kemerdekaan.
Menyadari bahwa setiap
perjuangan mempertahankan
kemerdekaan dilakukan
bersama oleh berbagai suku,
etnis yang ada di Indonesia.
Cinta tanah air:
Cara berpikir, bersikap, dan
berbuat yang menunjukkan
kesetiaan, kepedulian, dan
penghargaan yang tinggi
terhadap bahasa, lingkungan
fisik, sosial, budaya, ekonomi,
dan politik bangsa.
Mengagumi keunggulan
geografis dan kesuburan
tanah wilayah Indonesia.
Mengagumi posisi geografis
wilayah Indonesia dalam
perhubungan laut dan udara
dengan negara lain.
Menyenangi keragaman
budaya dan seni di Indonesia.
Mengagumi kekayaan budaya
dan seni di Indonesia.
Menyenangi keragaman suku
bangsa dan bahasa daerah
yang dimiliki Indonesia.
Mengagumi keragaman suku,
etnis, dan bahasa sebagai
keunggulan yang hadir di
wilayah negara Indonesia.
Mengagumi keragaman
hasil-hasil pertanian,
perikanan, flora, dan fauna
Indonesia.
Mengagumi sumbangan
produk pertanian, perikanan,
flora, dan fauna Indonesia
bagi dunia.
Mengagumi kekayaan hutan
Indonesia.
Mengagumi peran hutan
Indonesia bagi dunia.
Mengagumi laut serta
perannya dalam kehidupan
bangsa Indonesia.
Mengagumi peran laut dan
hasil laut Indonesia bagi
bangsa-bangsa di dunia.
Menghargai prestasi:
Sikap dan tindakan yang
mendorong dirinya untuk
menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat,
mengakui, dan menghormati
keberhasilan orang lain.
Mengerjakan tugas dari guru
dengan sebaik-baiknya.
Rajin belajar untuk
berprestasi tinggi.
Berlatih keras untuk
berprestasi dalam olah raga
dan kesenian.
Berlatih keras untuk menjadi
pemenang dalam berbagai
kegiatan olah raga dan
kesenian di sekolah.
Hormat kepada sesuatu yang
sudah dilakukan guru, kepala
sekolah, dan personalia
sekolah lain.
Menghargai kerja keras guru,
kepala sekolah, dan
personalia lain.
Menceritakan prestasi yang
dicapai orang tua.
Menghargai upaya orang tua
untuk mengembangkan
berbagai potensi dirinya
melalui pendidikan dan
kegiatan lain.
Menghargai hasil kerja
pemimpin di masyarakat
sekitarnya.
Menghargai hasil kerja
pemimpin dalam
menyejahterakan masyarakat
dan bangsa.
36
NILAI
INDIKATOR
1 - 3 4 - 6
Menghargai tradisi dan hasil
karya masyarakat di
sekitarnya.
Menghargai temuan-temuan
yang telah dihasilkan manusia
dalam bidang ilmu, teknologi,
sosial, budaya, dan seni.
Bersahabat/ komunikatif:
Tindakan yang
memperlihatkan rasa senang
berbicara, bergaul, dan bekerja
sama dengan orang lain.
Bekerja sama dalam
kelompok di kelas.
Memberikan pendapat dalam
kerja kelompok di kelas.
Berbicara dengan teman
sekelas.
Memberi dan mendengarkan
pendapat dalam diskusi kelas.
Bergaul dengan teman
sekelas ketika istirahat.
Aktif dalam kegiatan sosial
dan budaya kelas.
Bergaul dengan teman lain
kelas.
Aktif dalam kegiatan
organisasi di sekolah.
Aktif dalam kegiatan sosial
dan budaya sekolah.
Berbicara dengan guru,
kepala sekolah, dan
personalia sekolah lainnya.
Berbicara dengan guru,
kepala sekolah, dan
personalia sekolah lainnya.
Cinta damai:
Sikap, perkataan, dan tindakan
yang menyebabkan orang lain
merasa senang dan aman atas
kehadiran dirinya
Tidak menggunakan
kekuatan fisik dalam
berselisih dengan teman.
Mendamaikan teman yang
sedang berselisih.
Berbicara dengan kata-kata
yang tidak mengundang
amarah teman.
Menggunakan kata-kata yang
menyejukkan emosi teman
yang sedang marah.
Tidak mengambil barang
teman.
Ikut menjaga keamanan
barang-barang di kelas.
Mengucapkan salam atau
selamat pagi/siang/sore
ketika bertemu teman untuk
pertama kali pada hari itu.
Menjaga keselamatan teman
di kelas/sekolah dari
perbuatan jahil yang merusak.
Gemar membaca:
Kebiasaan menyediakan
waktu untuk membaca
berbagai bacaan yang
memberikan kebajikan bagi
dirinya.
Membaca buku atau tulisan
yang diwajibkan guru.
Membaca buku dan tulisan
yang terkait dengan mata
pelajaran.
Membaca buku-buku cerita
yang ada di perpustakaan
sekolah.
Mencari bahan bacaan dari
perpustakaan daerah.
Membaca koran atau majalah
dinding.
Membaca buku novel dan
cerita pendek.
Membaca buku yang ada di
rumah tentang flora, fauna,
dan alam.
Membaca buku atau tulisan
tentang alam, sosial, budaya,
seni, dan teknologi.
Peduli sosial:
Sikap dan tindakan yang
selalu ingin memberi bantuan
kepada orang lain dan
masyarakat yang
membutuhkan.
Membagi makanan dengan
teman.
Mengunjungi rumah yatim
dan orang jompo.
Berterima kasih kepada
petugas kebersihan sekolah.
Menghormati petugas-petugas
sekolah.
37
NILAI
INDIKATOR
1 - 3 4 - 6
Meminjamkan alat kepada
teman yang tidak membawa
atau tidak punya.
Mmbantu teman yang sedang
memerlukan bantuan.
Mengumpulkan uang dan
barang untuk korban bencana
alam.
Menyumbang darah untuk
PMI.
Peduli lingkungan:
Sikap dan tindakan yang
selalu berupaya mencegah
kerusakan lingkungan alam di
sekitarnya dan
mengembangkan upaya-upaya
untuk memperbaiki kerusakan
alam yang sudah terjadi.
Buang air besar dan air kecil
di WC.
Membersihkan WC.
Membuang sampah di
tempatnya.
Membersihkan tempat
sampah.
Membersihkan halaman
sekolah.
Membersihkan lingkungan
sekolah.
Tidak memetik bunga di
taman sekolah.
Memperindah kelas dan
sekolah dengan tanaman.
Tidak menginjak
rumput di taman sekolah.
Ikut memelihara taman di
halaman sekolah.
Menjaga kebersihan rumah Ikut dalam kegiatan menjaga
kebersihan lingkungan
2. KETERKAITAN NILAI, JENJANG KELAS DAN INDIKATOR UNTUK
SMP - SMA
NILAI
INDIKATOR
7 - 9 10- 12
Religius:
Sikap dan perilaku yang
patuh dalam melaksanakan
ajaran agama yang
dianutnya, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama
lain, dan hidup rukun
dengan pemeluk agama
lain.
Mengagumi kebesaran Tuhan
melalui kemampuan manusia
dalam melakukan
sinkronisasi antara aspek
fisik dengan aspek kejiwaan.
Mensyukuri keunggulan
manusia sebagai makhluk
pencipta dan penguasa
dibandingkan makhluk lain
Mengagumi kebesaran Tuhan
karena kemampuan dirinya
untuk hidup sebagai anggota
masyarakat.
Bersyukur kepada Tuhan karena
menjadi warga bangsa
Indonesia.
Mengagumi kekuasaan
Tuhan yang telah
menciptakan berbagai alam
semesta.
Merasakan kekuasaan Tuhan
yang telah menciptakan
berbagai keteraturan di alam
semesta.
Mengagumi kebesaran Tuhan
karena adanya agama yang
menjadi sumber keteraturan
hidup masyarakat.
Merasakan kebesaran Tuhan
dengan keberagaman agama
yang ada di dunia.
Mengagumi kebesaran Tuhan
melalui berbagai pokok
bahasan dalam berbagai mata
pelajaran.
Mengagumi kebesaran Tuhan
melalui berbagai pokok bahasan
dalam berbagai mata pelajaran.
38
NILAI
INDIKATOR
7 - 9 10- 12
Jujur:
Perilaku yang didasarkan
pada upaya menjadikan
dirinya sebagai orang yang
selalu dapat dipercaya
dalam perkataan, tindakan,
dan pekerjaan.
Tidak menyontek ataupun
menjadi plagiat dalam
mengerjakan setiap tugas.
Melaksanakan tugas sesuai
dengan aturan akademik yang
berlaku di sekolah.
Mengemukakan pendapat
tanpa ragu tentang suatu
pokok diskusi.
Menyebutkan secara tegas
keunggulan dan kelemahan
suatu pokok bahasan.
Mengemukakan rasa senang
atau tidak senang terhadap
pelajaran.
Mau bercerita tentang
permasalahan dirinya dalam
menerima pendapat temannya.
Menyatakan sikap terhadap
suatu materi diskusi kelas.
Mengemukakan pendapat
tentang sesuatu sesuai dengan
yang diyakininya.
Membayar barang yang
dibeli di toko sekolah dengan
jujur.
Membayar barang yang dibeli
dengan jujur.
Mengembalikan barang yang
dipinjam atau ditemukan di
tempat umum.
Mengembalikan barang yang
dipinjam atau ditemukan di
tempat umum.
Toleransi:
Sikap dan tindakan yang
menghargai perbedaan
agama, suku, etnis,
pendapat, sikap, dan
tindakan orang lain yang
berbeda dari dirinya.
Tidak menggangu teman
yang berbeda pendapat.
Memberi kesempatan kepada
teman untuk berbeda pendapat.
Menghormati teman yang
berbeda adat-istiadatnya.
Bersahabat dengan teman lain
tanpa membedakan agama,
suku, dan etnis
Bersahabat dengan teman
dari kelas lain.
Mau mendengarkan pendapat
yang dikemukakan teman
tentang budayanya.
Mau menerima pendapat yang
berbeda dari teman sekelas.
Disiplin:
Tindakan yang
menunjukkan perilaku
tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan
peraturan.
Selalu tertib dalam
melaksanakan tugas-tugas
kebersihan sekolah.
Selalu teliti dan tertib dalam
mengerjakan tugas.
Tertib dalam berbahasa lisan
dan tulis.
Tertib dalam menerapkan
kaidah-kaidah tata tulis dalam
sebuah tulisan.
Patuh dalam menjalankan
ketetapan-ketetapan
organisasi peserta didik.
Menaati peosedur kerja
laboratorium dan prosedur
pengamatan permasalahan
sosial.
Menaati aturan berbicara
yang ditentukan dalam
sebuah diskusi kelas.
Mematuhi jadwal belajar yang
telah ditetapkan sendiri.
Tertib dalam menerapkan
aturan penulisan untuk karya
tulis.
Tertib dalam menerapkan aturan
penulisan untuk karya tulis
ilmiah.
39
NILAI
INDIKATOR
7 - 9 10- 12
Kerja keras:
Perilaku yang
menunjukkan upaya
sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai
hambatan belajar, tugas,
dan menyelesaikan tugas
dengan sebaik-baiknya.
Mengerjakan semua tugas
kelas selesai dengan baik
pada waktu yang telah
ditetapkan.
Mengerjakaan tugas dengan
teliti dan rapi.
Tidak putus asa dalam
menghadapi kesulitan dalam
belajar.
Menggunakan waktu secara
efektif untuk menyelesaikan
tugas-tugas di kelas dan luar
kelas.
Selalu fokus pada pelajaran. Selalu berusaha untuk mencari
informasi tentang materi
pelajaran dari berbagai sumber.
Kreatif:
Berpikir dan melakukan
sesuatu yang menghasilkan
cara atau hasil baru dari
yang telah dimiliki.
Mengajukan pendapat yang
berkenaan dengan suatu
pokok bahasan.
Mengajukan suatu pikiran baru
tentang suatu pokok bahasan.
Bertanya mengenai
penerapan suatu
hukum/teori/prinsip dari
materi lain ke materi yang
sedang dipelajari.
Menerapkan
hukum/teori/prinsip yang
sedang dipelajari dalam aspek
kehidupan masyarakat.
Mandiri:
Sikap dan prilaku yang
tidak mudah tergantung
pada orang lain dalam
menyelesaikan tugas-tugas.
Melakukan sendiri tugas
kelas yang menjadi tanggung
jawabnya.
Mencari sumber di perpustakaan
untuk menyelesaikan tugas
sekolah tanpa bantuan
pustakawan.
Mencari sendiri di kamus
terjemahan kata bahasa asing
untuk bahasa Indonesia atau
sebaliknya.
Menerjemahkan sendiri kalimat
bahasa Indonesia ke bahasa
asing atau sebaliknya.
Demokratis:
Cara berpikir, bersikap,
dan bertindak yang menilai
sama hak dan kewajiban
dirinya dan orang lain.
Memilih ketua kelompok
berdasarkan suara terbanyak.
Membiasakan diri
bermusyawarah dengan temanteman.
Memberikan suara dalam
pemilihan di kelas dan
sekolah.
Menerima kekalahan dalam
pemilihan dengan ikhlas.
Mengemukakan pikiran
tentang teman-teman sekelas.
Mengemukakan pendapat
tentang teman yang menjadi
pemimpinnya.
Ikut membantu melaksanakan
program ketua kelas.
Memberi kesempatan kepada
teman yang menjadi
pemimpinnya untuk bekerja.
Rasa ingin tahu:
Sikap dan tindakan yang
selalu berupaya untuk
mengetahui lebih
mendalam dan meluas dari
sesuatu yang dipelajari,
dilihat, dan didengar.
Bertanya kepada guru dan
teman tentang materi
pelajaran.
Bertanya atau membaca sumber
di luar buku teks tentang materi
yang terkait dengan pelajaran.
Bertanya kepada sesuatu
tentang gejala alam yang baru
terjadi.
Membaca atau mendiskusikan
gejala alam yang baru terjadi.
Bertanya kepada guru tentang
sesuatu yang didengar dari
ibu, bapak, teman, radio, atau
televise.
Membaca atau mendiskusikan
beberapa peristiwa alam, sosial,
budaya, ekonomi, politik, dan
teknologi yang baru didengar.
40
NILAI
INDIKATOR
7 - 9 10- 12
Semangat kebangsaan:
Cara berpikir, bertindak,
dan berwawasan yang
menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas
kepentingan diri dan
kelompoknya.
Turut serta dalam upacara
peringatan hari pahlawan dan
proklamasi kemerdekaan.
Turut serta dalam panitia
peringatan hari pahlawan dan
proklamasi kemerdekaan.
Mengemukakan pikiran dan
sikap mengenai ancaman dari
negara lain terhadap bangsa
dan negara Indonesia.
Mengemukakan pikiran dan
sikap terhadap pertentangan
antara bangsa Indonesia dengan
negara lain.
Mengemukakan sikap dan
tindakan yang akan dilakukan
mengenai hubungan antara
bangsa Indonesia dengan
negara bekas penjajah
Indonesia.
Mengemukakan sikap dan
tindakan mengenai hubungan
Indonesia dengan negara-negara
lain dalam masalah politik,
ekonomi, sosial, dan budaya.
Cinta tanah air:
Cara berpikir, bersikap,
dan berbuat yang
menunjukkan kesetiaan,
kepedulian, dan
penghargaan yang tinggi
terhadap bahasa,
lingkungan fisik, sosial,
budaya, ekonomi, dan
politik bangsa.
Menyenangi keunggulan
geografis dan kesuburan
tanah wilayah Indonesia.
Mengemukakan sikap mengenai
kondisi geografis Indonesia.
Menyenangi keragaman
budaya dan seni di Indonesia.
Mengemukakan sikap dan
kepedulian terhadap
keberagaman budaya dan seni di
Indonesia.
Menyenangi keberagaman
suku bangsa dan bahasa
daerah yang dimiliki
Indonesia.
Mengemukakan sikap dan
kepedulian terhadap kekayaan
budaya bangsa Indonesia.
Mengagumi keberagaman
hasil-hasil pertanian,
perikanan, flora, dan fauna
Indonesia.
Rasa bangga dan peduli
terhadap berbagai unggulan
produk Indonesia dalam
pertanian, perikanan, flora, dan
fauna.
Mengagumi dan menyenangi
produk, industri, dan
teknologi yang dihasilkan
bangsa Indonesia
Rasa bangga atas berbagai
produk unggulan bangsa
Indonesia di bidang industri dan
teknologi.
Menghargai prestasi:
Sikap dan tindakan yang
mendorong dirinya untuk
menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat,
mengakui, dan
menghormati keberhasilan
orang lain.
Mengerjakan tugas dari guru
dengan sebaik-baiknya.
Rajin belajar untuk berprestasi
tinggi.
Berlatih keras untuk
berprestasi dalam olah raga
dan kesenian.
Berlatih keras untuk menjadi
pemenang dalam berbagai
kegiatan olah raga dan kesenian
di sekolah.
Hormat kepada sesuatu yang
sudah dilakukan guru, kepala
sekolah, dan personalia
sekolah lain.
Menghargai kerja keras guru,
kepala sekolah, dan personalia
lainnya.
Menceritakan prestasi yang
dicapai orang tua.
Menghargai upaya orangtua
untuk mengembangkan berbagai
potensi dirinya melalui
pendidikan dan kegiatan lain.
Menghargai hasil kerja
pemimpin di masyarakat
sekitarnya.
Menghargai hasil kerja
pemimpin dalam
mensejahteraan kesejahteraan
masyarakat dan bangsa.
41
NILAI
INDIKATOR
7 - 9 10- 12
Menghargai tradisi dan hasil
karya masyarakat di
sekitarnya.
Menghargai temuan-temuan
yang telah dihasilkan manusia
dalam bidang ilmu, teknologi,
sosial, budaya, dan seni.
Bersahabat/ komunikatif:
Tindakan yang
memperlihatkan rasa
senang berbicara, bergaul,
dan bekerja sama dengan
orang lain
Bekerja sama dalam
kelompok di kelas.
Memberikan pendapat dalam
kerja kelompok di kelas.
Berbicara dengan teman
sekelas.
Memberi dan mendengarkan
pendapat dalam diskusi kelas.
Bergaul dengan teman
sekelas ketika istirahat.
Aktif dalam kegiatan sosial dan
budaya kelas.
Bergaul dengan teman lain
kelas.
Aktif dalam kegiatan organisasi
di sekolah.
Aktif dalam kegiatan sosial dan
budaya sekolah.
Berbicara dengan guru,
kepala sekolah, dan
personalia sekolah lainnya.
Berbicara dengan guru, kepala
sekolah, dan personalia sekolah
lainnya.
Cinta damai:
Sikap, perkataan, dan
tindakan yang
menyebabkan orang lain
merasa senang dan aman
atas kehadiran dirinya.
Melindungi teman dari
ancaman fisik.
Ikut serta dalam berbagai
kegiatan cinta damai.
Berupaya mempererat
pertemanan.
Berkomunikasi dengan temanteman
setanah air.
Ikut berpartisipasi dalam
sistem keamanan sekolah.
Ikut berpartisipasi dalam
menjaga keamanan sekolah.
Gemar membaca:
Kebiasaan menyediakan
waktu untuk membaca
berbagai bacaan yang
memberikan kebajikan bagi
dirinya.
Membaca buku atau tulisan
keilmuan, sastra, seni,
budaya, teknologi, dan
humaniora.
Membaca koran/majalah
dinding.
Membaca buku atau tulisan
keilmuan, sastra, seni, budaya,
teknologi, dan humaniora.
Membaca buku atau tulisan
tentang alam, sosial, budaya,
seni, dan teknologi.
Membaca koran.
Peduli sosial:
Sikap dan tindakan yang
selalu ingin memberi
bantuan bagi orang lain dan
masyarakat yang
membutuhkan.
Ikut dalam berbagai kegiatan
sosial.
Meminjamkan alat kepada
teman yang tidak membawa
atau tidak punya.
Merancang dan melaksanakan
berbagai kegiatan sosial.
Menghormati petugas-petugas
sekolah.
Mmbantu teman yang sedang
memerlukan bantuan.
Menyumbang darah.
Peduli lingkungan
Sikap dan tindakan yang
selalu berupaya mencegah
kerusakan lingkungan alam
di sekitarnya dan
mengembangkan upayaupaya
untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah
terjadi.
Mengikuti berbagai kegiatan
berkenaan dengan
kebersihan, keindahan, dan
pemeliharaan lingkungan.
Merencanakan dan
melaksanakan berbagai kegiatan
pencegahan kerusakan
lingkungan.
42
B. PETA NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
BERDASARKAN MATA PELAJARAN
Berikut adalah gambaran keterkaitan antara mata pelajaran dengan nilai yang dapat
dikembangkan untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa.
1. JENJANG PENDIDIKAN DASAR
MATA
PELAJARAN
JENJANG KELAS
1 - 3 4 - 6 7 - 9
PENDIDIKAN
KEWARGANEGA
RAAN (PKn)
�� Cinta tanah air
�� Bersahabat
�� Komunikatif
�� Senang
membaca
�� Peduli sosial
�� Peduli
lingkungan,
�� Jujur
�� Toleran
�� Disiplin
�� Kreatif
�� Rasa ingin tahu
�� Percaya
�� Respek
�� Bertanggung
jawab
�� Saling berbagi
�� Semangat
kebangsaan
�� Cinta tanah air
�� Menghargai
Prestasi
�� Bersahabat
�� Komunikatif
�� Cinta Damai
�� Senang
membaca
�� Peduli sosial
�� Peduli
lingkungan,
�� Religius
�� Jujur
�� Toleran
�� Disiplin
�� Kerja keras
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Rasa ingin
tahu
�� Percaya
�� Respek
�� Bertanggung
jawab
�� Saling berbagi
�� Semangat
kebangsaan
�� Cinta tanah air
�� Menghargai
Prestasi
�� Bersahabat
�� Komunikatif
�� Cinta Damai
�� Senang
membaca
�� Peduli sosial
�� Peduli
lingkungan,
�� Religius
�� Jujur
�� Toleran
�� Disiplin
�� Kerja keras
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Rasa ingin tahu
�� Percaya
�� Respek
�� Bertanggung
jawab
�� Saling berbagi
BAHASA
INDONESIA
�� Religius
�� Jujur
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Kerja Keras
�� Religius
�� Jujur
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Kerja Keras
�� Religius
�� Jujur
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Kerja keras
43
MATA
PELAJARAN
JENJANG KELAS
1 - 3 4 - 6 7 - 9
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Rasa Ingin
Tahu
�� Semangat
Kebangsaan
�� Cinta Tanah Air
�� Menghargai
Prestasi
�� Bersahabat/Ko
munikatif
�� Cinta Damai
�� Peduli Sosial
�� Peduli
Lingkungan
�� Berani *
�� Kritis *
�� Terbuka *
�� Humor *
�� Kemanusiaan*
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Rasa Ingin
Tahu
�� Semangat
Kebangsaan
�� Cinta Tanah
Air
�� Menghargai
Prestasi
�� Bersahabat/K
omunikatif
�� Terbuka *
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokrasi
�� Rasa Ingin
Tahu
�� Cinta Tanah Air
�� Menghargai
Prestasi
�� Bersahabat/
Komunikatif
�� Cinta Damai
�� Peduli Sosial
�� Peduli
Lingkungan
�� Kritis
�� Terbuka
�� Kemanusiaan
�� Optimis
MATEMATIKA �� Teliti
�� Tekun
�� Kerja keras
�� Rasa ingin tahu
�� Pantang
menyerah
�� Teliti
�� Tekun
�� Kerja keras
�� Rasa ingin
tahu
�� Pantang
menyerah
�� Teliti
�� Kreatif
�� Patang
menyerah
�� Rasa ingin Tahu
IPS �� Religius
�� Toleransi
�� Kerja keras
�� Kreatif
�� Bersahabat/kom
unikatif
�� Kasih sayang
�� Rukun
(persatuan)
�� Tahu diri
�� Penghargaan
�� Kebahagiaan
�� Kerendahan
hati
�� Religius
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Kreatif
�� Demokratis
�� Rasa ingin
tahu
�� Semangat
kebangsaan
�� Menghargai
prestasi
�� Bersahabat
�� Senang
membaca
�� Peduli
lingkungan
�� Religius
�� Jujur
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Kerja keras
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Rasa ingin tahu
�� Cinta tanah air
�� Menghargai
prestasi
�� Bersahabat
�� Senang
membaca
�� Peduli sosial
�� Peduli
lingkungan
44
MATA
PELAJARAN
JENJANG KELAS
1 - 3 4 - 6 7 - 9
IPA �� Peduli
kesehatan
�� Nilai intelektual
�� Religius
�� Empati
�� Mandiri
�� Disiplin
�� Toleransi
�� Hati-hati
�� Bersahabat/kom
unikasi
�� Peduli sosial
�� Tanggung
jawab
�� Peduli
lingkungan
�� Nilai susila
�� Rasa ingin tahu
�� Senang
membaca
�� Estetika
�� Teliti
�� Menghargai
prestasi
�� Pantang
menyerah
�� Terbuka
�� Jujur
�� Cinta damai
�� Objektif
�� Hemat
�� Percaya diri
�� Peduli
kesehatan
�� Nilai
intelektual
�� Religius
�� Empati
�� Mandiri
�� Disiplin
�� Toleransi
�� Hati-hati
�� Bersahabat/ko
munikasi
�� Peduli sosial
�� Tanggung
jawab
�� Peduli
lingkungan
�� Nilai susila
�� Kerja keras
�� Rasa ingin
tahu
�� Senang
membaca
�� Estetika
�� Kreatif
�� Teliti
�� Septis
�� Mnghargai
prestasi
�� Pantang
menyerah
�� Terbuka
�� Jujur
�� Cinta damai
�� Objektif
�� Hemat
�� Percaya diri
�� Peduli
kesehatan
�� Nilai intelektual
�� Religius
�� Empati
�� Mandiri
�� Disiplin
�� Toleransi
�� Hati-hati
�� Bersahabat/kom
unikasi
�� Peduli sosial
�� Tanggung
jawab
�� Peduli
lingkungan
�� Nilai susila
�� Kerja keras
�� Rasa ingin tahu
�� Senang
membaca
�� Estetika
�� Nilai ekonomi
�� Kreatif
�� Teliti
�� Skeptis
�� Menghargai
prestasi
�� Pantang
menyerah
�� Terbuka
�� Jujur
�� Cinta damai
�� Objektif
�� Hemat
�� Percaya diri
�� Cinta tanah air
45
2. JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
MATA PELAJARAN
NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS
10 - 12
PKn �� Semangat Kebangsaan
�� Cinta Tanah air
�� Menghargai Prestasi
�� Bersahabat
�� Komunikatif
�� Cinta Damai
�� Senang membaca
�� Peduli sosial
�� Peduli lingkungan,
�� Religius
�� Jujur
�� Toleran
�� Disiplin
�� Kerja keras/cerdas
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Rasa ingin tahun Percaya
�� Respek,
�� Bertanggung jawab
�� Saling berbagi
BAHASA INDONESIA �� Religius
�� Jujur
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Kerja Keras
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Rasa Ingin Tahu
�� Semangat Kebangsaan
�� Cinta Tanah Air
�� Menghargai Prestasi
�� Bersahabat/Komunikatif
�� Cinta Damai
�� Peduli Sosial
�� Peduli Lingkungan
�� Berani *
�� Kritis *
46
MATA PELAJARAN
NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS
10 - 12
�� Terbuka *
�� Humor *
�� Kemanusiaan*
MATEMATIKA �� Teliti
�� Kreatif
�� Pantang menyerah
�� Rasa ingin Tahu
SEJARAH �� Semangat Kebangsaan
�� Cinta Tanah Air
�� Mengharagai Prestasi
�� Bersahabat/Komunikatif
�� Cinta Damai
�� Senang Membaca
�� Peduli Sosial
�� Peduli Lingkungan
�� Religius
�� Jujur
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Kerjakeras
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Rasa Ingin Tahu
BIOLOGI �� Peduli Kesehatan
�� Religius
�� Mandiri
�� Toleransi
�� Bersahabat/komunikatif
�� Peduli sosial
�� Tanggungjawab
�� Peduli lingkungan
FISIKA �� Rasa ingin tahu
�� Senang membaca
�� Semangat kebangsaan
�� Jujur
�� Peduli lingkungan
�� Toleransi
�� Cinta damai
�� Kerja keras
�� Berani
�� Kreatif
47
MATA PELAJARAN
NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS
10 - 12
EKONOMI �� Jujur
�� Peduli sosial
�� Rasa ingin tahu
�� Kreatif
�� Mandiri
�� Cinta tanah air
�� Kerja keras
�� Disiplin
�� Semangat kebangsaan
�� Demokratis
GEOGRAFI �� Semangat kebangsaan,
�� Cinta tanah air,
�� Menghargai prestasi,
�� Bersahabat,
�� Cintai damai,
�� Senang membaca,
�� Peduli sosial,
�� Peduli lingkungan,
�� Religius,
�� Jujur,
�� Toleransi,
�� Disiplin,
�� Kerja keras,
�� Kretaif,
�� Mandiri,
�� Memokratis,
�� Rasa ingin tahu
BAHASA INGGRIS �� Bersahabat
�� Komunikatif,
�� Peduli sosial
�� Rasa ingin tahu
�� Demokratis
�� Mandiri
�� Kerja keras
�� Disiplin
�� Senang membaca
KIMIA �� Rasa Ingin tahu
�� Jujur
�� Peduli lingkungan
�� Senang membaca
�� Kritis
49
1. SK/KD, Nilai, dan Indikator Sekolah Dasar
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Pendidikan
Kewarganegaraan
(PKn)
Menerapkan
hidup rukun
dalam
perbedaan
Mengetahui
perbedaan
jenis
kelamin,
agama,suku
bangsa
Rasa ingin
tahu
Bermain dan
belajar
bersama
Mencari
informasi
tentang agama
dan suku
bangsa di
Indonesia lebih
lanjut dari apa
yang ada pada
buku pelajaran
Senang
membaca
Memilih buku
bacaan di
perpustakaan
dan membaca
buku tersebut
Membaca
buku-buku
yang berkenaan
dengan agama
dan suku
bangsa di
Indonesia
Memberikan
contoh hidup
rukun
melalui
kegiatan di
rumah dan
sekolah
Menghargai
perbedaan
Berbicara
dengan semua
teman sekelas
Bersahabat
dengan semua
teman sekelas
Hidup rukun Bersedia
duduk
sebangku
dengan teman
sekelas yang
mana saja
Bekerja dalam
kelompok yang
beragam latar
belakang
agama dan
suku bangsa
Menerapkan
kehidupan
rukun di
rumah dan di
sekolah
Hidup rukun Membagi
bekal kepada
teman yang
membutuhkan
Meminjamkan
alat belajar
kepada teman
yang tidak
punya atau lupa
membawa
Bekerja sama
dengan baik
dalam
kelompok
belajar yang
beragam
suku/agama
Bekerja sama
dengan semua
warga sekolah
dalam
kelompok
organisasi
peserta didik
Membiasakan
tertib di
rumah dan di
sekolah
Menjelaskan
perlunya tata
tertib di
rumah di
sekolah
Disiplin Merapikan
meja dan kursi
setelah belajar
di kelas
Melaksanakan
tugas-tugas
kelas
Melaksanakan
tatatertib di
rumah dan
sekolah
Disiplin Membantu
memelihara
kebersihan
ruang kelas
Membantu
memelihara
kebersihan
sekolah dan
pekarangan
48
MATA PELAJARAN
NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS
10 - 12
�� Kreatif
�� Toleran
�� Peduli sosial
�� Religius
�� Disiplin
�� Komunikatif
�� Mandiri
�� Peduli sosial
�� Cinta tanah air
�� Cinta damai
SOSIOLOGI �� Bersahabat/
�� Komunikasitif,
�� Cinta Damai,
�� Peduli Sosial,
�� Peduli Lingkungan,
�� Religius,
�� Toleransi,
�� Disiplin,
�� Kerja Karas,
�� Kreatif,
�� Demokratis, dan
�� Rasa Ingin Tahu
C. STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, NILAI, DAN INDIKATOR
MATA PELAJARAN
Setiap Kompetensi Dasar memiliki kemampuan mengembangkan satu atau lebih nilai
dan setiap nilai memiliki satu atau lebih indikator. Berikut ini adalah peta yang
menggambarkan keterkaitan antara KD dan SD dengan nilai dan indikator untuk nilai
terkait.
Dalam pengembangan silabus pada awal tahun atau awal semester, guru dapat
menggunakan contoh berikut ini untuk merencanakan pengembangan nilai terkait
untuk semester yang akan dilaksanakan atau tahun akademik yang akan dilaksanakan.
Guru memiliki kebebasan dalam menambah, mengurangi bahkan mengembangkan
sendiri indikator yang akan digunakan.
51
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
peduli sosial tidak
mengolokolok
teman
yang memiliki
keterbatasan
fisik (anggota
tubuh)
Mau
berkomunikasi
dengan teman
yang
mengalami
keterbatasan
fisik (anggota��
tubuh)��
Mengidentifi
-kasi
kebutuhan
tubuh agar
tumbuh sehat
dan kuat
(makanan,
air, pakaian,
udara,
lingkungan
sehat)
Rasa ingin
tahu
menunjukkan
antusiasme
dalam
memperoleh
informasi
tentang
kebutuhan
tubuh agar
sehat dan kuat
menanyakan
aspek lain yang
terkait dengan
kebutuhan
tubuh agar
sehat dan kuat
kerja keras menyimak
penjelasan
guru dengan
serius,
mengajukan
pertanyaan
dan pendapat
tentang
kebutuhan
tubuh agar
sehat dan kuat
memilah
fakta/informasi
yang relevan
dan tidak
relevan secara
teliti dalam
mengidentifika
si kebutuhan
tubuh agar
sehat dan kuat
Mengenal
anggota
tubuh
Membiasakan
hidup
sehat
disiplin Selalu
mencuci
tangan
sebelum dan
sesudah
makan
Membersihkan
gigi setelah
makan
Bersahabat/
komunikatif
Membantu
teman
membersihkan
bagian tubuh
yang terkena
kotoran
Membantu
teman
membersihkan
bagian tubuh
belakang yang
kotor
Peduli sosial Tidak
meludah di
tempat umum
Menutup mulut
jika batuk dan
menutup
hidung jika
bersin
Buang air
kecil/besar
pada
tempatnya/
toilet
Membersihkan
toilet atau
tempat buang
air kecil/basar
50
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Tidak bermain
ketika sedang
belajar
kelompok di
kelas
Mengerjakan
tugas sesuai
dengan tugas
yang diberikan
kelompok
Menenerapkan
hak anak
di rumah dan
di sekolah
Menjelaskan
hak anak
untuk
bermain dan
belajar dan
dengan
pendapatnya
Senang
membaca
Anak meminta
bantuan
kepada guru
dalam
membaca
Anak
menanyakan
kata/kalimat/isi
dari
buku/tulisan
yang dibacanya
Melaksanakan
hak anak
di rumah dan
di sekolah
Senang
membaca
Anak
membaca
buku anakanak
yang di
perpustakaan
Anak membaca
buku anakanak
tentang
sesuatu terkait
mata pelajaran
Menerapkan
kewajiban
anak di
rumah dan di
sekolah
Mengikuti
tata tertib di
rumah dan di
sekolah
Disiplin Memilih
dengan tertib
buku bacaan
sekolah untuk
dibaca
Mengembalika
n buku
perpustakaan
pada waktunya
Masuk kelas
dengan teratur
Membeli
makanan/minu
man/barang di
kantin sekolah
dengan tertib
Menerapkan
aturan yang
berlaku di
masyarakat
Disiplin Membuang
sampah pada
tempatnya
Membantu
membuang
sampah di
tempat sampah
di kelas yang
sudah penuh
Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA)
Mengenal
anggota
tubuh
Mengenal
bagian tubuh
dan
perawatan
nya
rasa ingin
tahu
menunjukkan
pengamatan
yang serius
terhadap
anggota
tubuhnya
mengajukan
pertanyaan
yang berkaitan
dengan fungsi
anggota tubuh
dan perawatan
nya
senang
membaca
Mengemukakan
dengan
antusias fungsi
bagian-bagian
tubuh
berdasarkan
hasil bacaan
mengemukakan
dengan antusias
cara merawat
bagian-bagian
tubuh
berdasarkan
hasil bacaan
52
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Menutup
mulut jika
batuk dan
menutup
hidung jika
bersin
Menunjukkan
upaya aktif
dalam bidang
kesehatan
seperti menjadi
pengurus UKS
(Usaha
Kesehatan
Sekolah) atau
menjadi donor
darah, dll.
Mengenal
cara
memelihara
lingkungan
agar tetap
sehat
Mengenal
cara menjaga
lingkungan
agar tetap
sehat
Disiplin Membuang
sampah pada
tempatnya
Mengikuti
jadwal piket
untuk
memelihara
kebersihan
ruangan kelas
Senang
membaca
Menjawab
pertanyaan
guru dengan
antusias
tentang cara
menjaga
lingkungan
agar tetap
sehat
berdasarkan
hasil bacaan
Mengemukaka
n pendapat
dengan antusias
berdasarkan
hasil bacaan
tentang cara
menjaga
lingkungan
agar tetap sehat
Ingin tahu Menunjukkan
antusiasme
dalam
memperoleh
informasi
tentang
lingkungan
sehat
Mengumpulkan
informasi dari
guru dan buku
tentang
lingkungan
sehat
menanyakan
aspek lain
yang terkait
dengan
kebutuhan
lingkungan
sehat
Mengumpulkan
informasi
dari berbagai
sumber (guru
dan buku)
tentang
lingkungan
sehat
Membedakan
lingkungan
sehat dengan
lingkungan
tidak sehat
Kerja keras Menyimak
penjelasan
guru dengan
serius,
mengajukan
pertanyaan
tentang
lingkungan
sehat dan tidak
sehat
Memilah
fakta/informasi
yang relevan
dan tidak
relevan secara
teliti dalam
membedakan
lingkungan
sehat dan tidak
sehat
53
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Peduli
lingkungan
Bermain/dudu
k pada tempat
yang bersih di
lingkungan
sekolah
Menunjukkan
kepedulian
dalam menjaga
lingkungan
kelas agar tetap
sehat
Menunjukkan
upaya
menjaga
kebersihan
bangku dan
kursi masingmasing
Menunjukkan
kepedulian
dalam menjaga
lingkungan
sekolah agar
tetap sehat
Mengenal
cara
memelihara
lingkungan
agar tetap
sehat
Menceritakan
perlunya
merawat
tanaman,
hewan
peliharaan
dan
lingkungan
sekitar
Senang
membaca
Menceritakan
dengan
antusias
tentang
perlunya
merawat
tanaman,
hewan dan
lingkungan
berdasarkan
hasil bacaan
buku paket
Menceritakan
dengan antusias
tentang
perlunya
merawat
tanaman,
hewan dan
lingkungan
berdasarkan
hasil bacaan
buku paket
dan buku
lainnya/buku
pengayaan
Peduli
lingkungan
Tidak
mencabut
tanaman dan
memetik
bunga di
halaman
sekolah
Menunjukkan
upaya turut
serta dalam
merawat
tanaman di
lingkungan
sekolah seperti
menyiram dan
menyiangi
tanaman
Menunjukkan
upaya turut
serta dalam
merawat
tanaman di
pekarangan
kelas seperti
menyiram
tanaman pada
pot
Mengemukakan
pendapat/
saran untuk
memelihara
tanaman dan
lingkungan
sekolah.
54
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Mengenal
berbagai
sifat benda
dan
kegunaannya
melalui
pengamatan
perubahan
bentuk benda
Mengidentifikasi
benda
yang ada di
lingkungan
sekitar
berdasarkan
cirinya
melalui
pengamatan
Menghargai
prestasi
Berusaha
mendapatkan
nilai yanag
sempurna dari
tugas yang
diberikan.
Memberikan
penghargaan
kepada teman
yang
berprestasi
Jujur Mengungkapkan
secara
ciri-ciri benda
yang dapat
diamati di
lingkungan
sekitar
Melaporkan
secara jujur
hasil
pengamatan
mengenai
benda di
sekitarnya
Bersahabat/
komunikatif
Mengungkapkan
secara
jelas bendabenda
yang
dapat diamati
di lingkungan
sekitar
Turut dalam
diskusi kelas
Peduli sosial Mendengar
dan menyimak
penjelasan
guru dan
teman sekelas
Menjawab
pertanyaan
teman sekelas
Senang
membaca
Menceritakan
hal yang telah
difahami
dalam
kegiatan
membaca.
Membicarakan
isi buku/tulisan
yang dibacanya
di kelas
Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS)
Memahami
identitas diri
dan keluarga,
serta sikap
saling
menghormati
dalam
kemajemukan
keluarga
Mengidentifikasi
identitas
diri, keluarga
dan kerabat
Rasa Ingin
tahu
Menunjukan
antusiasme
dalam
mengenali
identitas
anggota
keluarga dan
kerabat
Disiplin Melakukan
tugas
pengamatan
terhadap
identitas
keluarga dan
kerabat sesuai
dengan aturan
yang
ditetapkan
55
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Menceritakan
pengalaman
diri
Jujur Menceritakan
pengalaman
pengamatan
tentang
identitas
keluarga dan
kerabat sesuai
dengan
kenyataannya
Menceritakan
kasih sayang
antar
anggota
keluarga
Religius Menyatakan
rasa syukur
melalui doa
sederhana
karena
memiliki
keluarga yang
saling
menyayangi
Memahami
identitas diri
dan keluarga,
serta sikap
saling
menghormati
dalam
kemajemukan
keluarga
Menceritakan
kasih
sayang antar
anggota
keluarga
Kasih
Sayang
Menunjukan
rasa kasih
sayang
terhadap
anggota
keluarga
melalui cerita
di kelas
Menunjuka
sikap hidup
rukun dalam
kemajemukan
keluarga
Toleransi Menunjukan
sikap hidup
rukun dalam
kemajemukan
keluarga
Mendeskripsikan
lingkungan
rumah
Menceritakan
kembali
peristiwa
penting yang
dialami sendiri
di lingkungan
Jujur Menceritakan
salah satu
peristiwa
penting di
dalam
keluarga
sesuai dengan
kejadian
sebenarnya
Mendeskripsikan
lingkungan
rumah
Menceritakan
salah satu
peristiwa
penting di
dalam
keluarga
sesuai dengan
kejadian
sebenarnya
Empati Menyatakan
perasaan yang
dalam melalui
kata-kata
terhadap
pengalaman
anggota
keluarga yang
menyedihkan
56
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Mendeskripsikan
letak
rumah
Jujur Menggambarkan
letak
rumah sesuai
dengan
kenyataannya
Mendeskripsikan
lingkungan
rumah
Menjelaskan
lingkungan
rumah sehat
dan perilaku
dalam
menjaga
kebersihan
rumah
Rasa ingin
tahu
Mengekspresi
kan dengan
kata-kata
bayangan/
imaginasi
tinggal di
rumah yang
sehat
Peduli
lingkungan
Membuang
sampah pada
tempatnya di
lingkungan
sekolah
Memahami
peristiwa
penting
dalam
keluarga
secara
kronologis
Memelihara
dokumen
dan koleksi
benda
berharga
Rasa ingin
tahu
Menunjukan
antusiame
untuk
mengenali
dokumen dan
koleksi benda
berharaga
yang dimiliki
kelas
Menunjukan
antusiame
untuk
mengenali
dokumen dan
koleksi benda
berharaga yang
dimiliki
sekolah
Memahami
kedudukan
dan peran
anggota
dalam
keluarga dan
lingkungan
tetangga
Mendeskrips
ikan
kedudukan
dan peran
anggota
keluarga
Rasa ingin
tahu
Melakukan
pengamatan
sederhana
tentang tugas
dan peran
setiap anggota
dalam
keluarga
dalam
kehidupan
sehari - hari
Kritis Membedakan
tugas masingmasing
anggota
keluarga
dalam
kehidupan
sehari - hari
57
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
1 - 3 4 - 6
Menceritakan
pengalaman
dalam
melaksanakan
peran dalam
anggota
keluarga
Jujur Menceritakan
pengalaman
dalam
melaksanakan
peran dalam
keluarga
sesuai dengan
kenyataannya
Menghargai
prestasi
Menunjukan
rasa bangga
akan kerja
keras yang
dilakukan
orang tua
dalam usaha
mencukupi
kebutuhan
keluarga
Memahami
kedudukan
dan peran
anggota
dalam
keluarga dan
lingkungan
tetangga
Memberi
contoh
bentuk -
bentuk
kerjasama di
lingkungan
tetangga
Rasa ingin
tahu
Melakukan
pengamatan
sederhana
tentang
bentuk-bentuk
kerjasama di
lingkungan
tetangga
Jujur Mau
menceritakan
partisipasi
dalam
kegiatan
kerjasama di
lingkungan
tetangga yang
dilakukan
peserta didik
sesuai dengan
sebenarnya
58
2. SK/KD, Nilai, dan Indikator SMP
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator
7 - 9
Pendidikan
Kewarganegaraan
(PKn)
Menunjukkan
sikap positif
terhadap
norma-norma
yang berlaku
dalam
kehidupan
bermasyarakat,
berbangsa dan
bernegara.
Mendeskripsikan
hakekat normanorma,
kebiasaan,
adat istiadat,
peraturan yang
berlaku dalam
masyarakat.
Semangat
kebangsaan
Mengumpulkan
beberapa gambar
dan pakaian adat di
Indonesi dan
memabahasnya
dalam tugas
Pekerjaan Rumah
Rasa ingin
tahu
Mengikuti lomba
cerdas cermat
tentang adat istiadat
di sekolah
Menjelaskan
hakikat dan arti
penting hukum
bagi warganegara
Rasa ingin
tahu
Mewakili sekolah
dalam lomba cerdas
cermat tentng
hukum di luar
sekolah
Menerapkan
norma-norma,
kebiasaan, adat
istiadat dan
peraturan yang
berlaku dalam
kehidupan
bermasyarakat
berbangsa dan
bernegara
Kreatif Menarikan salah
satu tarian daerah
dalam peringatan 17
Agustus di Sekolah
Menerapkan
norma-norma,
kebiasaan, adat
istiadat dan
peraturan yang
berlaku dalam
kehidupan
bermasyarakat
berbangsa dan
bernegara
Bersahabat Menerima dan mau
bergaul dengan
teman yang berbeda
agama
Mendeskripsikan
makna
Proklamasi
Kemerdekaan
dan konstitusi
pertama
Menjelaskan
makna proklamasi
kemerdekaan
Mendeskripsikan
suasana kebatinan
konstitusi pertama
Cinta tanah
air
Turut aktif didalam
memperingati detikdetik
proklamasi di
sekolah
Menjelaskan
makna
proklamasi
kemerdekaan
Mendeskripsikan
suasana
kebatinan
konstitusi
pertama
Menganalisis
hubungan antara
proklamasi
kemerdekaan dan
UUD 1945
Rasa ingin
tahu
Mencari berbagai
sumber di luar buku
pelajaran tentang
Pancasila dan UUD
1945
Menunjukkan
sikap positif
terhadap makna
proklamasi
kemerdekaan dan
suasana kebatinan
konstitusi
pertama.
Kreatif Memprakarsai
kegiatan untuk
memahami makna
proklamasi bagi para
pemimpin bangsa
yang melahirkan
UUD 1945
59
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator
7 - 9
Menampilkan
sikap positif
terhadap
perlindungan
dan penegakan
Hak Azasi
Manusia
(HAM)
Menguraikan
hakikat, hukum,
dan kelembagaan
HAM
Peduli sosial Membantu kegiatan
lembaga HAM
dalam kampanye
tentang HAM
kepada masyarakat
Menampilkan
sikap positif
terhadap
perlindungan
dan penegakan
Hak Azasi
Manusia
(HAM)
Mendeskripsikan
kasus pelanggaran
dan pupaya
perlindungan
HAM
Rasa ingin
tahu
Mewawancarai
Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM)
dalam kaitannya
dengan penegakan
HAM
Ilmu Pengatahuan
Alam (IPA)
Memahami
gejala-gejala
alam melalui
pengamatan
Melaksanakan
pengamatan objek
secara terencana
dan sistematis
untuk
memperoleh
informasi gejala
alam biotik dan
abiotik
Ingin tahu Mengajukan
pertanyaan untuk
memperoleh
penjelasan tentang
gejala alam biotik
dan abiotik
Kerja keras Memilah data hasil
pengamatan yang
relevan dan tidak
relevan secara teliti
untuk memperoleh
informasi gejala
alam biotik dan abiotik
Jujur Melaporkan hasil
pengamatan sesuai
data / fakta yang
diperoleh
Disiplin Format dan teknik
pelaporan mengikuti
kaidah dan aturan
yang telah
ditetapkan dalam
tugas
Demokratis Menerima adanya
perbedaan pendapat
tentang hasil
pengamatan
Memahami
gejala-gejala
alam melalui
pengamatan
Menggunakan
mikroskop dan
peralatan
pendukung
lainnya untuk
mengamati gejalagejala
kehidupan
��
Mandiri Dapat menggunakan
mikroskop serta
peralatan
pendukungnya tanpa
lagi dibantu guru
60
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator
7 - 9
��
Menghargai
prestasi
Menunjukkan
pengakuan /apresiasi
terhadap mutu hasil
kerja teman
Bekerja
keras
Mencoba berbagai
upaya untuk
memperoleh jawban
terhadap pertanyaan
yang diajukan
Menerapkan
keselamatan kerja
dalam melakukan
pengamatan
gejala-gejala alam
Disiplin Menggunakan
mikroskop dan
peralatan lainnya
secara hati-hati
sesuai prosedur
Memahami
prosedur
ilmiah untuk
mempelajari
benda-benda
alam dengan
menggunakan
peralatan
Mendeskripsikan
besaran pokok dan
besaran turunan
beserta satuannya
Senang
membaca
Mendapatkan
informasi melalui
kegiatan membaca
tentang besaran
pokok dan besaran
turunan
Rasa ingin
tahu
1. Mengajukan
pertanyaan
untuk
mengetahui
besaran pokok
dan besaran
turunan
2. Melakukan
pengamatan
untuk
mengetahui
besaran pokok
dan besaran
turunan
Semangat
kebangsaan
Bangga akan satuan
tradisional
Jujur Menyimpulkan hasil
pengamatan tentang
besaran pokok dan
besaran turunan
dengan benar (jujur)
Berani Mau menjelaskan
besaran pokok dan
besaran satuan
beserta satuannya
Mendeskripsikan
pengertian suhu
dan pengukuran
nya
Berani Berani menjelaskan
secara benar dengan
bahasa sendiri.
Kreatif Keatif menyusun
kalimat yang benar
dan dapat
dimengerti.
61
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator
7 - 9
Jujur Mengkomunikasika
n hal yang dipahami
dengan benar (jujur)
baik secara lisan
maupun tulisan
Peduli
lingkungan
Memperhatikan
keselamatan jiwa
dan keselamatan alat
(seafty) dalam
menyusun prosedur.
Disiplin Menggunakan
syarat-syarat khusus
dalam mengukur
suhu (taat azaz).
Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS)
Memahami
masalah
penyimpangan
sosial.
Mengidentifikasi
berbagai usaha
pencegahan
penyimpangan
sosial dalam
keluarga dan
masyarakat
Ktitis Menunjukan
kesadaran akan
dampak negatif dari
penyakit sosial
(miras, narkoba,
judi, seks bebas,
PSK dll) akibat
penyimpangan
sosial di keluarga
dan masyarakat
Disiplin Menunjukan
kewaspadaan dan
menjauhi perilaku
yang cenderung
mengarah ke bentuk
patologi sosial yang
ada di lingkungan
sekitar
Peduli sosial Menunjukan sikap
menghindari
perilaku yang
mengandung
penyakit sosial dan
merugikan diri
sendiri dan
meresahkan
masyarakat.
Rasa ingin
tahu
Mencari informasi
tentang upayaupaya
menangulangi
dan mencegah
penyakit sosial yang
diakibatkan oleh
perilaku
menyimpang dari
berbagai sumber.
Memahami
kegiatan
pelaku
ekonomi di
masyarakat
Mengidentifikasi
bentuk pasar
dalam kegiatan
ekonomi
masyarakat
Rasa ingin
tahu
Menemukan contoh
dalam kehidupan
sehari - hari baik di
lingkungan rumah
maupun di
masyarakat adanya
62
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator
7 - 9
hubungan antara
kelangkaan sumber
daya dengan
kebutuhan manusia
yang tidak terbatas
Kreatif Menunjukan melalui
sikap membiasakan
diri dalam
kehidupan sehari -
hari membuat skala
prioritas kebutuhan
untuk mengatasi
keterbatasan
kemampuan
memenuhinya.
Jujur Menceritakan
pengalaman tentang
perbedaan yang
dirasakan belanja di
pasar moderen
dengan pasar
tradisional sesuai
dengan kenyataan
Memahami
usaha
persiapan
kemerdekaan
Mendeskripsikan
peristiwaperistiwa
sekitar
proklamasi dan
proses
terbentuknya
negara kesatuan
Republik
Indonesia
Senang
membaca
Mencari informasi
dari sumber bacaan
lain tentang peranan
BPUPKI dan PPKI
dalam penyusunan
persiapan
kemerdekaan dan
merumuskan
kelengkapan sebuah
negara yang
merdeka .
Semangat
kebangsaan
Menunjukan sikap
penghargaan atas
kerja keras dan
kerjasama dalam
menyelesaikan
berbagai pebedaan
dan mencapai
kesepakatan baik
dalam sidang
BPUPKI maupun
PPKI demi
Indonesia merdeka
Menunjukan sikap
meneladani sikap
tokoh - tokoh
BPUPKI dan PPKI
demi keutuhan
semangat dan
63
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator
7 - 9
kebersamaan
mempersiapkan
kemerdekaaan
Indonesia.
Empati Menunjukan dengan
pernyataan ikut
merasakan gejolak
semangat bangsa
Indonesia ketika
mendengar
kekalahan Jepang
dari Sekutu
Menghargai
prestasi
Menunjukan sikap
menghormati
perbedaan
pemikiran kaum
muda dan kaum tua
menjelang
proklamasi
kemerdekaan
Indonesia sebagai
bagian dinamika
sejarah perjuangan
bangsa.
Memahami
Kegiatan
perekonomian
Indonesia
Mendeskripsikan
permasalahan
angkatan kerja
dan tenaga kerja
sebagai sumber
daya dalam
kegiatan ekonomi,
serta peranan
pemerintah dalam
upaya
penanggulangannya
Senang
membaca
Mencari informasi
melalui sumber
bacaan lain tentang
masalah ketidak
setimbangan antara
jumlah angkatan
kerja dengan
kesempatan kerja
Rasa ingin
tahu
Melakukan
pengamatan di
lingkungan setempat
terhadap rendahnya
kualitas ketrampilan
tenaga kerja yang
menjadi beban
pemerindah daerah
Mandiri Belajar dengan
sungguh-sungguh
dan memiliki
ketrampilan yang
memadai agar kelak
tidak menjadi beban
keluarga,
masyarakat dan
negara.
64
3. SK/KD, Nilai, dan Indikator SMA
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
PENDIDIKAN
KEWARGANE
GARAAN
(PKn)
Memahami
hakikat bangsa
dan Negara
Kesatuan
Republik
Indonesia
Mendeskripsikan
hakikat
bangsa dan
unsur-unsur
terbentuknya
Negara
Rasa
kebangsaan
Mengungkapkan
perasaan terbaiknya
yang menyatakan
bahwa bangsa
Indonesia tebentuk
karena ada persamaan
sejarah, kepentingan
dan tujun antara sukusuku
bangsa menjadi
sebuah bangsa untuk
membentuk sebuah
Negara.
Rasa ingin
tahu
Menunjukkan
pengkajian yang serius
terhadap bentuk
pemerintahan
Indonesia yang
memilih republic dan
bukannya kerajaan.
Semangat
kebangsaan
Memilki sikap yang
jelas bahwa NKRI ada
karena rasa
kebangsaan dan
persatuan bangsa
Menjelaskan
pengertian,
fungsi dan
tujuan NKRI
Semangat
kebangsaan
Memilki sikap yang
jelas bahwa NKRI ada
karena rasa
kebangsaan dan
persatuan bangsa
Memilih untuk
membela Negara jika
dihadapkan pada situsi
yang menempatkan
Negara dalam bahaya.
Menampilkan
sikap positif
terhadap sistem
hukum dan
peradilan
nasional
Mendeskripsikan
pengertian
sistem hukum
dan peradilan
nasional
Disiplin Memecahkan
persoalan
kelas/sekolah yang
didasari oleh aturan
dan tata tertib sekolah.
Menganalisis
lembagalembaga
peradilan
Rasa ingin
tahun
Melakukan pengkajian
dan pengumpulan
informasi serta laporan
singkat tentang
kegiatan lembga –
lembaga peradilan di
Indonesia
Partisipasi Menggiatkan simulasi
pelaksanaan
pengadilan di sekolah
65
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
MATEMATIKA Memecahkan
masalah yang
berkaitan dengan
bentuk pangkat,
akar, dan
logaritma
Menggunakan
aturan pangkat,
akar, dan
logaritma.
Teliti Bekerja secara teratur,
rinci dan tertib dalam
menggunakan aturan
pangkat, akar, dan
logaritma
Pantang
Menyerah
Terus mencoba
menerapkan aturan
pangkat, akar, dan
logaritma
Melakukan
manipulasi
aljabar dalam
perhitungan
yang melibatkan
pangkat, akar,
dan logaritma.
Teliti Cermat dalam
melakukan manipulasi
aljabar dalam
perhitungan yang
melibatkan pangkat,
akar, dan logaritma.
Pantang
Menyerah
Berusaha dengan gigih
dalam
mempertahankan
pendapat yang
berkaitan dengan
manipulasi aljabar
dalam perhitungan
yang melibatkan
pangkat, akar, dan
logaritma.
Memecahkan
masalah yang
berkaitan
dengan fungsi,
persamaan dan
fungsi kuadrat
serta
pertidaksamaan
kuadrat
Memahami
konsep fungsi
Teliti Rapi dalam
menyajikan jawaban
terhadap soal yang
berkaitan dengan
pemahaman konsep
fungsi
Menggambar
grafik fungsi
aljabar
sederhana dan
fungsi kuadrat
Teliti Selalu mengecek ulang
segala pekerjaan yang
telah dilakukan
berkaitan dengan
penggambaran grafik
fungsi aljabar
sederhana dan fungsi
kuadrat.
Tekun Tidak terpengaruh oleh
keadaan lingkungan
pada waktu
menggambar grafik
fungsi aljabar
sederhana dan fungsi
kuadrat.
Jujur Terus berupaya
menggambar grafik
fungsi aljabar
sederhana dan fungsi
kuadrat secara benar
66
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
KIMIA Memahami
struktur atom,
sifat-sifat
periodik unsur,
dan ikatan kimia
Memahami
struktur atom
berdasarkan
teori atom Bohr,
sifat-sifat unsur,
massa atom
relatif, dan sifatsifat
periodik
unsur dalam
tabel periodik
serta menyadari
keteraturannya,
melalui
pemahaman
konfigurasi
elektron
Kritis Mengajukan pemikiran
kritis dalam diskusi
tentang keteraturan
dalam system periodik
unsur
Rasa ingin
tahu
Mencari informasi
lebih lanjut tentang
fenomena keteraturan
dalam unsur di alam
Religius Menunjukkan
kesadaran bahwa
keteraturan dalam
alam disebabkan oleh
Tuhan penciptanya
Disiplin Menunjukkan
kesadaran bahwa
disiplin merupakan
satu cara untuk
mempertahankan
keteraturan alam
Memahami
struktur atom,
sifat-sifat
periodik unsur,
dan ikatan kimia
Membandingkan
proses
pembentukan
ikatan ion,
ikatan kovalen,
ikatan
koordinasi, dan
ikatan logam
serta
hubungannya
dengan sifat
fisika senyawa
yang terbentuk
Kritis Mengajukan pemikiran
kritis dalam diskusi
tentang pembentukan
ikatan kovalen, ion,
koordinasi
Komunikatif Menggunakan bahasa
yang komunikatif
dalam kelompok untuk
mengungkapkan
gagasan
Menghargai Memberi kesempatan
kepada anggota
kelompok diskusi
untuk mengajukan
pendapat
Memahami
hukum-hukum
dasar kimia dan
penerapannya
dalam
perhitungan
kimia
(stoikiometri)
Mendeskripsikan
tata nama
senyawa
anorganik
dan organik
sederhana
serta
persamaan
reaksinya
Rasa ingin
tahu
Menunjukkan usaha
yang keras untuk
memperoleh informasi
tentang tatanama
senyawa kimia
Senang
membaca
Mencari sumber
informasi/bacaan lain
untuk memperoleh
informasi tambahan
tentang tatanama
senyawa kimia
Jujur Melaporkan hasil
percobaan berdasarkan
data hasil percobaan
67
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Menghargai Memberikan
kesempatan kepada
teman lain untuk
mengajukan pendapat
dan mengomentarinya
dengan santun
FISIKA Menerapkan
konsep besaran
fisika dan
pengukurannya
Mengukur
besaran fisika
(massa, panjang,
dan waktu)
Senang
membaca.
Mencari informasi
lebih dari berbagai
sumber (internet)
untuk memahami
makna standar ,
bertanya lebih dalam,
bertanya pada ahli.
Jujur Melakukan
eksperimen untuk
pengukuran panjang,
massa dan waktu
Melakukan
eksperimen secara
benar, cermat , teliti,
taaat azaz, hati-hati,
menjaga keslaamatan
kerja.
Melakukan
penjumlahan
vektor
Jujur Melaporkan hasil
eksperimen secara
benar (jujur) baik lisan
maupun tulisan dengan
aturan ilmiah yang
benar
Rasa ingin
tahu
Mengamati fenomena
untuk mengetahui
konsep penjumlahan
besaran vektor.
Kerja keras. Bekerja secara
optimal,
meyelesaikan
pekerjaan pada
waktunya
Menerapkan
konsep dan
prinsip dasar
kinematika dan
dinamika benda
titik
Menganalisis
besaran fisika
pada gerak
dengan
kecepatan dan
percepatan
konstan
Rasa ingin
tahu
Mencari informasi
lebih dari berbagai
sumber (internet)
untuk memahami
konsep gerak,
bertanya lebih dalam,
bertanya pada ahli.
Peduli
lingkungan
Melakukan
eksperimen secara
benar, cermat, teliti,
taat azaz, hati-hati,
dan menjaga
keselamataan kerja.
68
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Toleran, Bekerjasama dalam
kelompok,
bertanggung jawab
dalam kelompok
Menganalisis
besaran fisika
pada gerak
melingkar
dengan laju
konstan
Jujur Melaporkan hasil
eksperimen secara
benar (jujur) baik
lisan maupun tulisan
dengan aturan ilmiah
yang benar.
Kerja keras Bekerja secara
optimal,
meyelesaikan
pekerjaan pada
waktunya
Menerapkan
konsep dan
prinsip dasar
kinematika dan
dinamika benda
titik
Menerapkan
Hukum Newton
sebagai prinsip
dasar dinamika
untuk gerak
lurus, gerak
vertikal, dan
gerak melingkar
beraturan
Rasa ingin
tahu
Mengamati fenomena
untuk mengetahui
keberlakukan Hukum
I, II dan III Newton
Senang
membaca.
Mencari informasi
lebih dari berbagai
sumber (internet)
untuk memahami
konsep Hukum
Newton, bertanya
lebih dalam, bertanya
pada ahli.
Kreatif Menemukan kasuskasus
yang menarik
terkait dengan
penerapan hukum
Newton
Menerapkan
prinsip kerja alatalat
optik
Menganalisis
alat-alat optik
secara kualitatif
dan kuantitatif
Rasa ingin
tahu
Mengamati fenomena
untuk mengetahui
keberlakuan
pentingya alat-alat
optik bagai
kebutuhan hidup
manusia.
Jujur Melakukan
eksperimen secara
benar, cermat, teliti,
taat azat, hati-hati, dan
menjaga keselamataan
kerja
Kreatif Membuat teropong,
teleskope, kamera
pinholl
69
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Menerapkan
alat-alat optik
dalam
kehidupan
sehari-hari
Disiplin. Melakukan
eksperimen secara
benar, cermat, teliti,
taat azat, hati-hati, dan
menjaga keselamataan
kerja
Kreatif Menampilkan hasil
karya dalam kegiatan
pameran
BIOLOGI Memahami
hakikat Biologi
sebagai ilmu
Mengidentifikasi
ruang
lingkup Biologi
Ingin tahu Mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber (guru, buku,
dan pengamatan)
tentang ruang lingkup
Biologi
Kerja keras Menunjukkan upaya
mempelajari sumbersumber
acuan/bacaan
yang relevan untuk
mengidentifikasi ruang
lingkup Biologi
Senang
membaca
Melaporkan hasil
kajian buku teks dan
pustaka lainnya secara
antusias dalam
mengidentifikasi ruang
lingkup Biologi
Mendeskripsikan
objek dan
permasalahan
biologi pada
berbagai tingkat
organisasi
kehidupan
(molekul, sel,
jaringan, organ,
individu,
populasi,
ekosistem, dan
bioma)
Kerja keras Menunjukkan upaya
mempelajari sumbersumber
acuan/bacaan
yang relevan untuk
mendeskripsikan objek
dan permasalahan
biologi pada berbagai
tingkat organisasi
kehidupan
Ingin tahu Mengumpulkan
informasi dari
berbagai sumber (guru
dan buku) tentang
tahapan
perkembangan
manusia
Memahami
prinsip-prinsip
pengelompokan
makhluk hidup
Mendeskripsikan
ciri-ciri,
replikasi, dan
peran virus
dalam
kehidupan
Kerja keras Menunjukkan upaya
mempelajari sumbersumber
acuan/bacaan
yang relevan untuk
mendeskripsikan ciriciri,
replikasi, dan
peran virus dalam
kehidupan
70
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Ingin tahu Mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber (guru dan
buku) tentang ciri-ciri,
replikasi, dan peran
virus dalam kehidupan
Peduli
lingkungan
Mengemukakan
pendapat/ saran positif
tentang upaya
menghindari
penyebaran virus flu di
dalam kelas
Mendeskripsikan
ciri-ciri
Archaeobacteria
dan Eubacteria
dan peranannya
bagi kehidupan
Kerja keras Menunjukkan upaya
mempelajari sumbersumber
acuan/bacaan
yang relevan untuk
mendeskripsikan ciriciri
Archaeobacteria
dan Eubacteria dan
peranannya bagi
kehidupan
Menganalisis
jenis-jenis
limbah dan daur
ulang limbah
Kerja keras Menunjukkan upaya
yang sungguh-sungguh
dalam mengkaitkan
fakta hasil pengamatan
dengan sumber
acuan/pustaka untuk
menganalisis jenisjenis
limbah dan daur
ulang limbah
Membuat
produk daur
ulang limbah
Kreatif Membuat produk baru
dari daur ulang limbah
yang bermanfaat,
menarik dan bernilai
ekonomi
Jujur Tidak meniru/
menyontek desain
produk daur ulang
limbah teman yang
lain
Mandiri Menyelesaikan
masalah sendiri yang
berkaitan dengan
pembuatan produk
daur ulang limbah
Memahami
struktur
dan fungsi sel
sebagai unit
terkecil
kehidupan
Mendeskripsikan
komponen
kimiawi sel,
struktur
dan fungsi sel
sebagai unit
terkecil
kehidupan
Kerja keras Menunjukkan upaya
mempelajari sumbersumber
acuan/bacaan
yang relevan untuk
mendeskripsikan
komponen kimiawi
sel, struktur dan fungsi
sel sebagai unit
terkecil kehidupan
71
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Ingin tahu Mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber (guru dan
buku) tentang
komponen kimiawi
sel, struktur dan fungsi
sel sebagai unit
terkecil kehidupan
Mengidentifikasi
organela sel
tumbuhan dan
hewan
Ingin tahu Mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber (guru, buku,
dan pengamatan)
tentang organela sel
tumbuhan dan hewan
Kerja keras Menunjukkan upaya
mempelajari sumbersumber
acuan/bacaan
yang relevan untuk
mengidentifikasi
organela sel tumbuhan
dan hewan
Membandingkan
mekanisme
transpor pada
membran
(difusi, osmosis,
transport aktif,
endositosis,
eksositosis)
Ingin Tahu Mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber (guru, buku,
dan pengamatan)
tentang perbedaan
mekanisme transpor
pada membran (difusi,
osmosis, transport
aktif, endositosis.
Kerja keras Menunjukkan upaya
yang sungguh-sungguh
dalam mengkaitkan
fakta dengan sumber
acuan/pustaka untuk
mengidentifikasi
mekanisme transpor
pada membran (difusi,
osmosis, transport
aktif, endositosis,
eksositosis)
BAHASA
INGGRIS
Memahami
makna dalam
percakapan
transaksional dan
interpersonal
resmi dan
berlanjut
(sustained) dalam
konteks
kehidupan seharihari
Merespon
makna yang
terdapat dalam
percakapan
transaksional (to
get things done)
dan
interpersonal
(bersosialisasi)
resmi dan tak
resmi yang
menggunakan
Rasa ingin
tahu
Merespon isi
percakapan dua orang
peserta didik yang
melibatkan
tindak/ujaran
menerima/
Persahabatan Mendengarkan
percakapan antara dua
orang yang saling
berkenalan agar
peserta didik
mempraktekkan
persahabatan dan
kepedulian sosial
72
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
ragam bahasa
lisan sederhana
secara akurat,
lancar dan
berterima dalam
konteks
kehidupan
sehari-hari dan
melibatkan
tindak tutur:
berkenalan,
bertemu/
berpisah,
menyetujui
ajakan/tawaran/
undangan,
menerima janji,
dan
membatalkan
janji
Merespon
makna yang
terdapat dalam
percakapan
transaksional (to
get things done)
dan
interpersonal
(bersosialisasi)
resmi dan tak
resmi yang
menggunakan
ragam bahasa
lisan sederhana
secara akurat,
lancar dan
berterima dalam
konteks
kehidupan
sehari-hari dan
melibatkan
tindak tutur:
mengungkapkan
perasaan
bahagia,
menunjukkan
perhatian,
menunjukkan
simpati, dan
memberi
instruksi
Persahabatan Mendengarkan
percakapan dua orang
yang melibatkan
tindak tutur
mengungkapkan
perasaan bahagia,
menunjukkan
perhatian,
menunjukkan simpati,
atau menerima
instruksi agar peserta
didik dapat
mempraktekkan
persahabatan,
toleransi, dan peduli
sosial
Peduli sosial Merespon isi
percakapan yang
melibatkan tindak tutur
mengungkapkan
perasaan bahagia,
menunjukkan
perhatian,
menunjukkan simpati,
atau menerima
instruksi agar peserta
didik dapat
mempraktekkan
persahabatan,
toleransi, peduli sosial,
rasa ingin tahu
73
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Merespon
makna
dalam teks
monolog
sederhana yang
menggunakan
ragam bahasa
lisan secara
akurat, lancar
dan berterima
dalam berbagai
konteks
kehidupan
sehari-hari
dalam teks:
recount,
narrative, dan
procedure
Peduli
lingkungan
Jujur
Mendengarkan
monolog lisan tentang
peristiwa alam agar
peserta didik dapat
menujukkan peduli
lingkungan dan rasa
ingin tahu
Merespon ceritera
tentang tokoh yang
menggambarkan
kejujuran, kerja keras,
disiplin agar peserta
didik dapat
menunjukkan nilai
kejujuran, kerja keras,
dan disiplin
Mengungkapkan
makna dalam
percakapan
transaksional dan
interpersonal
dalam konteks
kehidupan seharihari
Mengungkapkan
makna dalam
percakapan
transaksional (to
get things done)
dan
interpersonal
(bersosialisasi)
resmi dan tak
resmi secara
akurat, lancar
dan berterima
dengan
menggunakan
ragam bahasa
lisan sederhana
dalam konteks
kehidupan
sehari-hari dan
melibatkan
tindak tutur:
berkenalan,
bertemu/
berpisah,
menyetujui
ajakan/tawaran/
undangan,
menerima janji,
dan
membatalkan
janji
GEOGRAFI Menganalisis
gejala alam fisik
dan
perkembangan
bentuk muka
bumi serta
pelestariannya
Menyimpulkan
hakekat geografi
Rasa ingin
tahu
Mencari pengertian
dan ruang lingkup
geografi dari sumber
lain (RIT)
Menanyakan
hubungan antara
geografi dengan ilmuilmu
lain (RIT)
74
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Mencari pengertian
dan ruang lingkup
geografi dari sumber
lain (RIT)
Menanyakan
hubungan antara
geografi dengan ilmuilmu
lain (RIT)
Mengemukakan
pendapat mengenai
ciri-ciri wilayah
tempat tinggalnya
(RIT)
Manafsirkan
pola dan ciri
kenampakan
alam dan
budaya pada
berbagai peta
dan media citra
Rasa ingin
tahu
Bekerja sama dengan
teman sekelas yang
berbeda
desa/kelurahan untuk
menggambar peta
kabupaten setempat
(SK)
Menganalisis
gejala alam fisik
dan
perkembangan
bentuk muka
bumi serta
pelestariannya
Menyimpulkan
hakekat geografi
Rasa ingin
tahu
Mencari pengertian
dan ruang lingkup
geografi dari sumber
lain (RIT)
Menanyakan
hubungan antara
geografi dengan ilmuilmu
lain (RIT)
Mengemukakan
pendapat mengenai
ciri-ciri wilayah
tempat tinggalnya
(RIT)
Manafsirkan
pola dan ciri
kenampakan
alam dan
budaya pada
berbagai peta
dan media citra
Rasa ingin
tahu
Bekerjasama dengan
teman sekelas yang
berbeda
desa/kelurahan untuk
menggambar peta
kabupaten setempat
(SK
Semangat
kebangsaan
Menanyakan global
warming dalam
kaitannya dengan
iklim di Indonesia
(RIT)
Menganalisis
gejala alam fisik
dan
perkembangan
bentuk muka
bumi serta
pelestariannya
Memprediksi
perubahan
dinamika
atmosfer dan
dampaknya
terhadap
kehidupan di
muka bumi
Jujur Melaporkan hasil
pengamatan mengenai
data kerusakan pada
saat terjadi bencana
(JJR)
Rasa ingin
tahu
Mencari informasi
mengenai konversi
lahan di lingkungan
setempat dari sumber
lain yang relevan
(RIT)
75
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Memprediksi
dinamika
perubahan
litosfer dan
dampaknya
terhadap
kehidupan di
muka bumi
Rasa ingin
tahu
Mencari gambar dari
sumber lain yang
relevan mengenai
batas-batas wilayah
pesisir dan pantai
(RIT)
Jujur Menginventarisasi
lagu-lagu nasional
yang bertemakan
tentang laut (SK)
SEJARAH Menganalisis
perkembangan
bangsa
Indonesia sejak
masuknya
pengaruh
Barat sampai
dengan
pendudukan
Jepang.
Menganalisis
hubungan antara
perkembangan
paham-paham
baru dan
transformasi
sosial dengan
kesadaran dan
pergerakan
Semangat
kebangsaan
Setia menghadiri
setiap upacara bendera
pada setiap hari
kemerdekaaan/kebangs
aan di sekolah.
Menganalisis
sejarah
dunia yang
mempengaruhi
sejarah Bangsa
Indonesia
ari abad ke-18
sampai dengan
abad ke-20.
Membedakan
pengaruh
Revolusi
Prancis,
Revolusi
Amerika,
dan Revolusi
Rusia
terhadap
perkembangan
pergerakan
nasional
Indonesia.
Semangat
kebangsaan
Mengemukakan
pendapat/saran positif
untuk menyelesaikan
suatu masalah nasional
(berkenaan dengan
konflik sosial,
ekonomi, politik) di
sekolah maupun di
luar sekolah
Menganalisis
perjalanan
bangsa Indonesia
dari
negara
tradisional,
kolonial,
pergerakan
kebangsaan,
hingga
terbentuknya
negara
kebangsaan
sampai
Proklamasi
Kemerdekaan
Indonesia
Menganalisis
terbentuknya
negara
Kebangsaan
Indonesia
Cinta tanah
air
Khidmat mengikuti
upacara kenaikan
bendera merah putih
disertai lagu
kebangsaan Indonesia
Raya.
76
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Menganalisis
peradaban
Indonesia dan
dunia
Menganalisis
kehidupan awal
masyarakat
Indonesia
Menghargai
prestasi
Mengagumi teknologi
yang telah dihasilkan
oleh masyarakat awal
bangsa Indonesia
Mengidentifikasi
peradaban
awal masyarakat
di dunia yang
berpengaruh
terhadap
peradaban
Indonesia
Menghargai
prestasi
Mempelajari dan
mengagumi berbagai
peninggalan budaya &
peradaban dalam
perjalanan panjang
sejarah Indonesia atau
dunia.
Menganalisis
asal-usul dan
persebaran
manusia di
kepulauan
Indonesia
Menghargai
prestasi
Mempelajari dan
mengagumi
keberanian manusia
yang menjadi leluhur
bangsa Indonesia
untuk berlayar dengan
perlengkapan yang
sangat terbatas
Menganalisis
perjalanan
bangsa Indonesia
pada masa
negara-negara
tradisional.
Menganalisis
proses interaksi
antara tradisi
lokal, Hindu-
Buddha, dan
Islam di
Indonesia.
Bersahabat/
komunikatif
Bersikap ramah dan
berteman baik dengan
teman-teman sekelas
dari berbagai daerah
tanpa membedakan
etnis, agama, budaya,
golongan, asal-usul
sosial.
Menganalisis
perkembangan
bangsa Indonesia
sejak masuknya
pengaruh
Barat sampai
dengan
pendudukan
Jepang
Menganalisis
hubungan
antara
perkembangan
paham-paham
baru dan
transformasi
sosial dengan
kesadaran dan
pergerakan
kebangsaan.
Bersahabat/
komunikatif
Menunjukkan sikap
bersedia membantu
teman-teman
kelas/sekolah yang
sedang menghadapi
kesulitan semampunya
SOSIOLOGI Memahami
prilaku
keteraturan hidup
sesuai dengan
nilai dan norma
yang berlaku
dalam
masyarakat
Menjelaskan
fungsi
sosiologi
sebagai
ilmu
yang mengkaji
hubungan
masyarakat dan
lingkungan
Bersahabat/
Komunikatif
Bergaul dengan temanteman
sekelasnya
Cinta Damai menjauhi sikap
bermusuhan dengan
teman sekelasnya
Peduli
Sosial
Menunjukkan rasa
simpati pada teman
sekelasnya
77
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Senang
Membaca
- membuat ringkasan
isi buku dari hasil
bacaan yang
- berkaitan dengan
kajian sosiologi
untuk me
Rasa ingin
tahu
- menanyakan sesuatu
yang tidak jelas/tahu
yang
- berhubungan dengan
kajian sosialogi
Menerapkan nilai
dan norma dalam
proses
pengembangan
kepribadian
Menjelaskan
sosialisasi
sebagai proses
dalam
pembentukan
kepribadian
Semangat
Kebangsaan
Bekerjasama dengan
teman sekelas dan
sekolahnya yang
berbeda
agama/suku/budaya/st
atus sosial dalam
rangka bersosialisasi
untuk membentuk
kepribadian bangsa
Mendeskripsikan
terjadinya
perilaku
menyimpang
dan sikap-sikap
anti sosial
Kerja keras Berani menolak ajakan
yang dapat mengarah
pada prilaku
menyimpang dan
sikap-sikap anti sosial
Disiplin Menjaga prilaku dan
perbuatan positif
sesuai dengan aturan
sekolah agar tidak
terjerumus pada
perilaku menyimpang
dan sikap-sikap anti
sosial
Menerapkan
aturan sosial
dalam
kehidupan
bermasyarakat
Disiplin Menghindari prilaku
negative yang dapat
mengarah pada prilaku
menyimpang
Memahami
struktur sosial
serta berbagai
faktor penyebab
Mendeskripsikan
bentukbentuk
struktur
sosial dalam
fenomena
kehidupan
Toleransi Menjalin hubungan
pertemanan dengan
teman-teman
sekolahnya yang
berasal dari struktur
sosial yang berbeda
Bersahabat/
komunikatif
Melakukan
pertemanan dengan
seluruh sivitas sekolah
tanpa melihat
kedudukan dan
jabatannya
79
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Jujur Menunjukkan hasil
pengamatan apa
adanya tentang
perilaku konsumen
dalam kegiatan
ekonomi saat ini.
Cinta Tanah
Air
Mengemukakan
pendapat tentang
pengembangan
produksi barangbarang
dalam negeri di
masa yang akan
datang.
Mendeskripsikan
peran
konsumen dan
produsen
Mandiri Menuliskan sendiri
sejumlah peran
konsumen dan
produsen dalam
membangun
perekonomian
masyarakat Indonesia.
Rasa ingin
tahu.
Menunjukkan hasil
pengamatan yang
mendalam tentang
perilaku produsen dan
dampaknya terhadap
perilaku ekonomi
masyarakat Indonesia.
Memahami
konsep ekonomi
dalam kaitannya
dengan
permintaan,
penawaran, harga
keseimbangan
dan pasar.
Mengidentifikasi
faktorfaktor
yang
mempengaruhi
permintaan dan
penawaran
Kerja Keras Mengumpulkan dan
mempertunjukkan
sebanyak-banyaknya
informasi tentang
faktor yang
mempengaruhi jumlah
permintaan dan
penawaran barang.
Rasa ingin
tahu
Melakukan penelaahan
dengan benar kaitan
antara permintaan dan
penawaran.
Demokratis mendapatkan
kesempatan secara
bergiliran persoalan
yang ada dan
mempengaruhi
permintaan dan
penawaran barang.
78
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Peduli
Sosial
Membantu temanteman
sekelasnya yang
membutuhkan
pertolongan/bantuan
tanpa melihat
kedudukan dan
jabatannya
Menganalisis
factor penyebab
konflik sosial
dalam
masyarakat
Bersahabat/
komunikatif
Menjalin persahabatan
dengan teman-teman
sekelas dan sekolahnya
untuk menghindari
konflik sosial
Semangat
kebangsaan
Mengemukakan
pendapat/saran positif
untuk menyelesaikan
konflik sosial yang
terjadi di negaranya
EKONOMI Memahami
permasalahan
ekonomi dulu
kaitannya dengan
kebutuhan
manusia,
kelangkaan dan
sistem ekonomi
Mengidentifikasi
kebutuhan
manusia
Jujur Menyebutkan dengan
jujur kebutuhan
hidupnya sehari-hari
yang masih belum
terpenuhi
Cermat Mengelompokkan
secara mendetail
kebutuhan hidup
keluarganya dengan
teliti
Peduli
Sosial
Memberikan solusi
untuk penyelesaian
masalah yang dihadapi
masyarakat miskin.
Mendeskripsikan
berbagai
sumber ekonomi
yang langka &
kebutuhan
manusia yang
tidak terbatas
Kreatif Mengungkapkan
gagasan baru terhadap
penanggulangi
masalah ekonomi
akibat kelangkaan
sumber daya alam
(bahan bakar).
Peduli
Sosial
Merancang satu
kegiatan dengan
memanfaatkan
berbagai potensi
ekonomi untuk
menanggulangi
masalah kebutuhan
hidup masyarakatat.
Memahami
konsep ekonomi
dlm kaitannya dg
kegiatan ekonomi
konsumen dan
produsen
Mendeskripsikan
pola
perilaku
konsumen dan
produsen dalam
kegiatan
ekonomi
Mandiri Mengidentifikasi
sendiri berbagai
perilaku konsumen
dalam kegiatan
ekonomi sehari-hari
80
Mata
Pelajaran
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Nilai
Indikator Berdasarkan
Jenjang Kelas
10 - 12
Menjelaskan
hukum
permintaan dan
penawaran serta
asumsi yang
mendasarinya.
Teliti Menguraikan dengan
cermat, penjabaran
hukum permintaan dan
penawaran dalam
perilaku ekonomi
sehari-hari
berdasarkan hasil
analisis kelompok.
Menghargai
Prestasi
Memberi perhatian
yang sungguh sungguh
serta respon positif
atas prestasi dan
kelompok lain yang
dapat menunjukkan
dengan benar contohcontoh
ikaitan hukum
permintaan dan
penawaran.
81
INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN
KARAKTER BANGSA KE DALAM
DOKUMEN KTSP
Sebagaimana dijelaskan pada bab II, prinsip yang digunakan dalam pengembangan
pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah (1) berkelanjutan, (2) melalui semua mata
pelajaran (saling menguatkan), muatan lokal, kepribadian, dan budaya sekolah, (3) nilainilai
tidak diajarkan tapi dikembangkan, dan (4) dilaksanakan melalui proses belajar aktif.
Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan dalam berbagai kegiatan
belajar di kelas, sekolah, dan luar sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan
lain. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam
program-program sekolah melalui kegiatan rutin, spontan, keteladanan, dan
pengkondisian. Sekolah yang menjalankan program pengembangan budaya dan karakter
bangsa ditandai dengan sejumlah indikator sekolah dan kelas seperti yang tercantum dalam
bab II. Pelaksanaaan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ini dinilai secara
terus menerus dan berkesinambungan. Penilaian ini dilakukan oleh pihak ekternal (dinas
pendidikan) dan internal (kepala sekolah dan guru).
Hal-hal sebagaimana yang telah diuraikan harus tercermin jelas dalam dokumen
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan-satuan pendidikan. Dalam satu
sekolah hanya ada satu KTSP. Oleh karena itu, contoh berikut ini bukanlah dokumen
KTSP yang akan dipersandingkan dengan dokumen KTSP yang sudah ada atau sedang
berjalan. Contoh dokumen KTSP yang mengembangkan pendidikan budaya dan karakter
82
berikut merupakan masukan untuk diadaptasi dengan dokumen KTSP yang sedang berlaku
di sekolah. Dokumen KTSP yang dipaparkan ini bukan mengambil contoh dari salah satu
sekolah yang nyata. Oleh karenanya tidak menyertakan analisis konteks dari keadaan
sekolah tertentu. Ini semata-mata contoh yang dalam penerapannya di lapangan harus
diadakan adaptasi (bukan adopsi) sesuai dengan konteks sekolah yang bersangkutan.
Contoh KTSP yang dituangkan di sini adalah untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
Tsanawiyah. Bagi pelaksana pendidikan di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah, dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
Kejuruan diharap mengadakan adaptasi dari contoh itu.
Contoh dokumen KTSP yang memuat pendidikan budaya dan karakter bangsa diuraikan
secara lengkap dengan anak bab (I) Pendahuluan, (II) Tujuan Pendidikan, Visi, Misi, dan
Tujuan Sekolah, (III) Struktur dan Muatan Kurikulum, dan (IV) Kalender Pendidikan.
83
CONTOH DOKUMEN KTSP
KURIKULUM SMP ….
SMP ….
ALAMAT SEKOLAH
LOGO
SEKOLAH/
DAERAH
84
I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Departemen Pendidikan Nasional telah
menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi
(SK), dan Kompetensi Dasar (KD).
KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing
satuan pendidikan. Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan,
potensi daerah, atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan
peserta didik.
Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi
dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat
sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan
dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun
kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan
Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan
pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk
mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam
pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan
pendidikan.
Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. KTSP ini
mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan
pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius,
jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu,
85
semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai,
gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai
melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya
sekolah.
2. Landasan Penyusunan KTSP
a. Landasan Filosofis
Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya
yang dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang
bersumber dari Pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yang
mencakup religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini
dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah.
Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus, kewaktuan,
kondisi sosial dan budaya. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi
pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini.
b. Landasan Yuridis
Secara yuridis KTSP ini dikembangkan berdasarkan:
�� Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), “Pemerintah memajukan ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”
dan Pasal 32 ayat (1), “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di
tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam
memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya.”
�� Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Bab II Pasal 3, ”Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta
didik seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Pasal 36 ayat (2), “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan
prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan
86
peserta didik”. Pasal 38 ayat (2), “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah
dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan
pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi
dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk
pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah”.
�� Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 17 ayat (1), “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SD/MI/SDLB, SMP/MTs./SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, atau
bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan,
potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, peserta
didik”.
�� Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang
Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006
tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, “Satuan
pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model Kurikulum Tingkat
Satuan Pedidikan Dasar dan Menengah yang disusun oleh Badan Penelitian dan
Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional bersama unit terkait”.
3. Tujuan Penyusunan KTSP
KTSP ini disusun sebagai pedoman bagi komunitas sekolah dalam menyelenggarakan
kegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik sekolah, tujuan pendidikan
nasional, dan prinsip-prinsip pendidikan.
4. Prinsip Pengembangan KTSP
Pengembangan KTSP ini berpedoman pada prinsip-prinsip berikut ini.
a. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik
dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi
sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
87
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan,
kepentingan peserta didik, dan tuntutan lingkungan, serta budaya dan karakter
bangsa. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta
didik.
b. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta
didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak
diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib
kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun
dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat
dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti
dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
(stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan,
termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.
Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir,
keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional
merupakan keniscayaan.
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian
keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
88
f. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
II. TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH
1. Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.
2. Visi
Sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan seluruh potensi
peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
3. Misi
�� Mengembangkan sikap dan perilaku religiusitas di lingkungan dalam dan luar
sekolah.
89
�� Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja
sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan mandiri.
�� Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih, dan nyaman.
�� Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan, komunikatif,
tanpa takut salah, dan demokratis.
�� Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar, sumber daya fisik, dan manusia agar
memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik.
�� Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta tanah air,
semangat kebangsaan, dan hidup demokratis.
4. Tujuan Sekolah
Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan
sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini.
a. Semua kelas melaksanakan pendekatan “pembelajaran aktif” pada semua mata
pelajaran.
b. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis
pendidikan budaya dan karakter bangsa.
c. Mengembangkan budaya sekolah yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan
dasar.
d. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan
budaya dan karakter bangsa.
e. Menjalin kerja sama lembaga pendidikan dengan media dalam memublikasikan
program sekolah.
f. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas untuk sebesar-besarnya dalam proses
pembelajaran.
90
III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
1. Struktur Kurikulum
Struktur dan muatan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang
tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini.
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
d. Kelompok mata pelajaran estetika
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran tersebut memiliki cakupan dan kegiatan masing-masing
seperti diungkapkan di dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6
ayat (1) Pasal 7 sebagai berikut ini.
Kelompok
Mata Pelajaran
Cakupan Melalui
Agama dan Akhlak
Mulia
Kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia dimaksudkan untuk
membentuk peserta didik menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta
berakhlak mulia. Akhlak mulia
mencakup etika, budi pekerti, atau
moral sebagai perwujudan dari
pendidikan agama.
Kegiatan keagamaan,
pembelajaran
kewarganegaraan dan
pembinaan
kepribadian/akhlak mulia,
pembelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi,
estetika, jasmani, olahraga
dan kesehatan, dan
pengembangan
diri/ekstrakurikuler
Kewarganegaraan
dan Kepribadian
Kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian
dimaksudkan untuk peningkatan
kesadaran dan wawasan peserta didik
akan status, hak, dan kewajibannya
dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara, serta
peningkatan kualitas dirinya sebagai
manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk
wawasan kebangsaan, jiwa dan
patriotisme bela negara, penghargaan
terhadap hak-hak asasi manusia,
kemajemukan bangsa, pelestarian
Kegiatan keagamaan,
pembinaan
kepribadian/akhlak mulia,
pembelajaran
kewarganegaraan, bahasa,
seni dan budaya, dan
pendidikan jasmani, dan
pengembangan
diri/ekstrakurikuler
91
Kelompok
Mata Pelajaran
Cakupan Melalui
lingkungan hidup, kesetaraan gender,
demokrasi, tanggung jawab sosial,
ketaatan pada hukum, ketaatan
membayar pajak, dan sikap serta
perilaku anti korupsi, kolusi, dan
nepotisme.
Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi pada
SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan
untuk memperoleh kompetensi dasar
ilmu pengetahuan dan teknologi serta
membudayakan berpikir ilmiah
secara kritis, kreatif dan mandiri.
Kegiatan pembelajaran
bahasa, matematika, ilmu
pengetahuan alam, ilmu
pengetahuan sosial,
keterampilan/kejuruan,
dan/atau teknologi informasi
dan komunikasi, serta muatan
lokal yang relevan.
Estetika Kelompok mata pelajaran estetika
dimaksudkan untuk meningkatkan
sensitivitas, kemampuan
mengekspresikan dan kemampuan
mengapresiasi keindahan dan
harmoni. Kemampuan mengapresiasi
dan mengekspresikan keindahan
serta harmoni mencakup apresiasi
dan ekspresi, baik dalam kehidupan
individual sehingga mampu
menikmati dan mensyukuri hidup,
maupun dalam kehidupan
kemasyarakatan sehingga mampu
menciptakan kebersamaan yang
harmonis.
Kegiatan bahasa, seni dan
budaya, keterampilan, dan
muatan lokal yang relevan,
dan pengembangan
diri/ekstrakurikuler
Jasmani, Olah
Raga, dan
Kesehatan.
Kelompok mata pelajaran jasmani,
olahraga dan kesehatan pada
SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan
untuk meningkatkan potensi fisik
serta membudayakan sportivitas dan
kesadaran hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk
kesadaran, sikap, dan perilaku hidup
sehat yang bersifat individual
ataupun yang bersifat kolektif
kemasyarakatan seperti keterbebasan
dari perilaku seksual bebas,
kecanduan narkoba, HIV/AIDS,
demam berdarah, muntaber, dan
penyakit lain yang potensial untuk
mewabah.
Kegiatan pendidikan jasmani,
olahraga, pendidikan
kesehatan, ilmu pengetahuan
alam, dan muatan lokal yang
relevan, dan pengembangan
diri/ekstrakurikuler
93
2. Muatan Kurikulum
Muatan Kurikulum SMP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan
kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan materi muatan lokal.
a. Mata Pelajaran Wajib
Mata pelajaran wajib yang diselenggarakan di SMP terdiri atas mata-mata
pelajaran sebagai berikut ini.
1) Pendidikan Agama
Pendidikan agama yang diselenggarakan di SMP meliputi agama Islam,
Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Tujuan:
�� Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sesuai keyakinan
agamanya masing-masing;
�� Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia; dan
�� Menumbuhkembangkan sikap toleransi antarumat beragama.
2) Pendidikan Kewarganegaraan
Tujuan:
Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup
berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan
kesatuan.
Ruang lingkup:
a) Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan,
cinta lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda,
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam
pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.
b) Norma, hukum, dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan
keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat,
peraturan-peraturan daerah, norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, sistem hukum dan peradilan nasional, hukum dan peradilan
internasional.
92
Struktur kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk pengembangan diri
sebagai berikut ini.
Komponen
Kelas dan Alokasi Waktu
VII VIII IX
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4 4
5. Matematika 4 4 4
6. Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
8. Seni Budaya 2 2 2
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2
10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2
B. Muatan Lokal
1. Pendidikan Keterampilan Jasa - 2 -
2. Agroindustri - - 2
3. Budidaya Tanaman 1 - -
4. Bahasa Daerah 1 - -
C. Pengembangan Diri 2* 2* 2*
1. Bimbingan Konseling
2. Kegiatan Ekstrakurikuler:
a. Kepramukaan
b. UKS dan PMR
c. Karya Ilmiah Remaja (KIR)
d. Olahraga
e. Kerohanian
f. Seni budaya/Sanggar seni
g. Kebersihan
h. Peduli dan Bakti Sosial
i. ……………………………
Jumlah 32 32 32
2*) Ekuivalen 2 Jam pembelajaran
94
c) Hak asasi manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban
anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM,
pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM.
d) Kebutuhan warga negara, meliputi: hidup gotong royong, harga diri
sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan
mengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri,
persamaan kedudukan warganegara.
e) Konstitusi negara, meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang
pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia,
hubungan dasar negara dengan konstitusi.
f) Kekuasan dan politik, meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan,
pemerintahan daerah dan otonomi, pemerintah pusat, demokrasi dan sistem
politik, budaya politik, budaya demokrasi menuju masyarakat madani,
sistem pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi.
g) Pancasila, meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan
ideologi negara, proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara,
pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila
sebagai ideologi terbuka.
h) Globalisasi, meliputi: globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri
Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional
dan organisasi internasional, serta mengevaluasi globalisasi.
3) Bahasa Indonesia
Tujuan:
Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat
menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap
IPTEK.
Ruang lingkup:
a) Mendengarkan
b) Berbicara
c) Membaca
d) Menulis
95
4) Bahasa Inggris
Tujuan:
Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis
untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi.
Ruang lingkup:
a) Kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau
menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat
keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan
menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional;
b) Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek
dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount,
narrative, dan report. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa
kata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika;
c) Kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata
bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural
(menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam
berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah
yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar
komunikasi tetap berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana
(menggunakan piranti pembentuk wacana).
5) Matematika
Tujuan:
Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar Matematika dalam
rangka penguasaan IPTEK.
Ruang lingkup:
a) Bilangan
b) Aljabar
c) Geometri dan Pengukuran
d) Statistika dan Peluang
96
6) Ilmu Pengetahuan Alam
Tujuan:
Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk
menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK.
Ruang lingkup:
a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan
b) Materi dan Sifatnya
c) Energi dan Perubahannya
d) Bumi dan Alam Semesta
7) Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan:
Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk,
mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan
hidup secara mandiri.
Ruang lingkup:
a) Manusia, Tempat, dan Lingkungan
b) Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
c) Sistem Sosial dan Budaya
d) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan
8) Seni Budaya
Tujuan:
Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi, dan kecintaan pada seni budaya
nasional.
Ruang lingkup:
a) Seni Rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam
menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak,
dan sebagainya.
b) Seni Musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal,
memainkan alat musik, apresiasi karya musik.
97
c) Seni Tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan
dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari.
d) Seni Teater, mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir, dan olah suara
yang pementasannya memadukan unsur seni musik, seni tari, dan seni
peran.
9) Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Tujuan:
Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan
keterampilan dalam bidang olah raga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung
jawab disiplin dan percaya diri pada peserta didik.
Ruang lingkup;
a) Permainan dan olah raga, meliputi: olah raga tradisional, permainan,
eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor nonlokomotor, dan manipulatif,
atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis
meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya.
b) Aktivitas pengembangan, meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen
kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.
c) Aktivitas senam, meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat,
ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya.
d) Aktivitas ritmik, meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic
serta aktivitas lainnya.
10) Teknologi Informasi dan Komunikasi
Tujuan:
Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi
yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik.
Ruang lingkup:
a) Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan,
menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi;
b) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu
perangkat ke perangkat lainnya.
99
1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan
perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan
peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui
penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini.
Kegiatan Pelaksanaan
Layanan dan kegiatan
pendukung konseling
�� Individual
�� Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke
kelas
Ekstrakurikuler �� Kepramukaan
�� PMR
�� UKS
�� KIR
�� Olah raga
�� Kerohaniaan
�� Seni budaya/sanggar seni
�� Kesehatan reproduksi remaja
�� Latihan dasar kepemimpinan
2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan
sebagai berikut.
Kegiatan Contoh
Rutin, yaitu kegiatan
yang dilakukan
terjadwal
�� Piket kelas
�� Ibadah
�� Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran
di kelas
�� Bakti sosial
Spontan, adalah
kegiatan tidak
terjadwal dalam
kejadian khusus
�� Memberi dan menjawab salam
�� Meminta maaf
�� Berterima kasih
�� Mengunjungi orang yang sakit
�� Membuang sampah pada tempatnya
�� Menolong orang yang sedang dalam
kesusahan
�� Melerai pertengkaran
Keteladanan, adalah
kegiatan dalam
bentuk perilaku
sehari-hari
�� Performa guru
�� Mengambil sampah yang berserakan
�� Cara berbicara yang sopan
�� Mengucapkan terima kasih
�� Meminta maaf
�� Menghargai pendapat orang lain
98
b. Muatan Lokal
Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi dan
keunggulan daerah, serta ketersediaan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik.
Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan
penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Nilai-nilai kewirausahaan
yang dikembangkan antara lain inovasi, kreatif, berpikir kritis, eksplorasi,
komunikasi, kemandirian, dan memiliki etos kerja. Nilai-nilai budaya yang
dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan terhadap
lingkungan, dan kerja sama.
Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam
proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi
sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Muatan Lokal merupakan mata pelajaran, sehinggga satuan pendidikan harus
mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap
muatan lokal yang diselenggarakan.
Muatan Lokal yang diselenggarakan di SMP ini adalah sebagai berikut.
No. Jenis Muatan Lokal
Alokasi Waktu
VII VIII IX
1. Pendidikan Keterampilan Jasa 2
2. Agroindustri 2
3. Budidaya Tanaman 1
4. Bahasa Daerah 1
c. Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri
sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat. Kegiatan pengembangan diri dapat
dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan, yaitu terprogram dan tidak
terprogram.
100
Kegiatan Contoh
�� Memberikan kesempatan terhadap
pendapat yang berbeda
�� Mendahulukan kesempatan kepada orang
tua
�� Penugasan peserta didik secara bergilir
�� Menaati tata tertib (disiplin, taat waktu,
taat pada peraturan)
�� Memberi salam ketika bertemu
�� Berpakaian rapi dan bersih
�� Menepati janji
�� Memberikan penghargaan kepada orang
yang berprestasi
�� Berperilaku santun
�� Pengendalian diri yang baik
�� Memuji pada orang yang jujur
�� Mengakui kebenaran orang lain
�� Mengakui kesalahan diri sendiri
�� Berani mengambil keputusan
�� Berani berkata benar
�� Melindungi kaum yang lemah
�� Membantu kaum yang fakir
�� Sabar mendengarkan orang lain
�� Mengunjungi teman yang sakit
�� Membela kehormatan bangsa
�� Mengembalikan barang yang bukan
miliknya
�� Antri
�� Mendamaikan
Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SMP adalah sebagai berikut ini.
Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang
ditanamkan Strategi
A. Bimbingan Konseling
(BK)
�� Kemandirian
�� Percaya diri
�� Kerja sama
�� Demokratis
�� Peduli sosial
�� Komunikatif
�� Jujur
�� Pembentukan
karakter atau
kepribadian
�� Pemberian motivasi
�� Bimbingan karier
101
Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang
ditanamkan Strategi
B. Kegiatan
Ekstrakurikuler:
1. Kepramukaan
�� Demokratis
�� Disiplin
�� Kerja sama
�� Rasa Kebangsaan
�� Toleransi
�� Peduli sosial dan
lingkungan
�� Cinta damai
�� Kerja keras
�� Latihan terprogram
(kepemimpinan,
berorganisasi)
2. UKS dan PMR �� Peduli sosial
�� Toleransi
�� Disiplin
�� Komunikatif
�� Latihan
terprogram
3. KIR �� Komunikatif
�� Rasa ingin tahu
�� Kerja keras
�� Senang membaca
�� Menghargai prestasi
�� Jujur
�� Pembinaan rutin
�� Mengikuti
perlombaan
�� Pameran atau
pekan ilmiah
�� Publikasi ilmiah
secara internal
4. Olahraga �� Sportifitas
�� Menghargai prestasi
�� Kerja keras
�� Cinta damai
�� Disiplin
�� Jujur
�� Melalui latihan
rutin (antara lain:
bola voli, basket,
tenis meja,
badminton,
pencak silat,
outbond)
�� Perlombaan olah
raga
5. Kerohanian �� Religius
�� Rasa kebangsaan
�� Cinta tanah air
�� Beribadah rutin
�� Peringatan hari
besar agama
�� Kegiatan
keagamaan
6. Seni budaya/Sanggar
seni
�� Disiplin
�� Jujur
�� Peduli budaya
�� Latihan rutin
�� Mengikuti vokal
grup
103
d. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak
dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran,
pengembangan diri dan budaya sekolah. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan
nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke
dalam KTSP, silabus dan RPP yang sudah ada. Indikator nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas, dan (2)
indikator untuk mata pelajaran.
Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah,
guru dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter
bangsa. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan
dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan
perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu.
Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter
bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut berkembang semakin komplek
antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang
kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu
perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih
kompleks.
Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan
proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di
kelas, sekolah, dan masyarakat. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar
yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi. Di sekolah dikembangkan dengan
upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan
ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya
sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku
yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Di masyarakat
dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke
tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian
masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada
indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui pengamatan guru
102
Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang
ditanamkan Strategi
�� Peduli sosial
�� Cinta tanah air
�� Semangat
kebangsaan
�� Berkompetisi
internal dan
eksternal
�� Pagelaran seni
7. Kesehatan reproduksi
remaja
�� Kebersihan
�� Kesehatan
�� Tanggung jawab
�� Rasa ingin tahu
�� Kegiatan rutin
pada waktu hari
jum’at
8. Kepemimpinan �� Tanggung jawab
�� Keberanian
�� Tekun
�� Sportivitas
�� Disiplin
�� Mandiri
�� Demokratis
�� Cinta damai
�� Cinta tanah air
�� Peduli lingkungan
�� Peduli sosial
�� Keteladanan
�� Sabar
�� Toleransi
�� Kerja keras
�� Pantang menyerah
�� Kerja sama
�� Kegiatan OSIS
�� Kepramukaan
�� Kegiatan
kerohanian
�� Kegiatan KIR
�� Kegiatan PMR
9. Festival sekolah �� Kreativitas
�� Etos kerja
�� Tanggung jawab
�� kepemimpinan
�� Kerja sama
�� Pasar seni
�� Pagelaran seni
atau musik
�� Pameran karya
ilmiah
�� Bazaar
�� Pasar murah
�� Karya seni
�� Peringatan harihari
besar
agama/nasional
104
ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model anecdotal
record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan
dengan nilai yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan suatu
persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menunjukkan nilai yang dimilikinya.
Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru
dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam
pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.
BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tandatanda
awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan
adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator
tetapi belum konsisten)
MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan
berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai
konsisten)
MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan
perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten)
e. Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar ditentukan mengacu pada ketentuan standar pengelolaan pendidikan
yang berlaku di satuan pendidikan.
Pengaturan beban belajar di SMP ini dengan sistem paket yang didasarkan pada
struktur dan muatan kurikulum dengan alokasi waktu sebagai berikut ini.
�� Beban belajar tetap adalah 36 jam pelajaran per minggu
�� Alokasi waktu 40 menit untuk setiap mata pelajaran
105
Kelas
Satu jam
pembelajaran
tatap muka
(menit)
Jumlah
jampel/
minggu
Minggu
efektif
per
tahun
Waktu
pembelajaran
per tahun
(jampel)
Jumlah
jam per
tahun (@
60 menit)
VII, VIII,
IX 40 36 34 1360 906
Selain tatap muka, beban belajar yang harus diikuti peserta didik adalah penugasan
terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang waktunya maksimal lima
puluh persen (50%) dari jumlah jam tatap muka. Penugasan terstruktur di
antaranya pekerjaan rumah (PR), penyusunan program/perencanaan kegiatan,
laporan pelaksanaan kegiatan.
Penugasan mandiri tidak terstruktur terdiri dari tugas-tugas individu atau kelompok
yang disesuaikan dengan potensi, minat, dan bakat peserta didik.
f. Ketuntasan Belajar
Dalam penetapan ketuntasan belajar, sekolah menetapkan kriteria ketuntasan
minimal dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas, daya dukung, dan
tingkat kemampuan awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan
pembelajaran.
Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan menetapkan Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) untuk mencapai ketuntasan ideal.
Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan hasil analisis yang berbeda. Oleh
karena itu, maka ditetapkan KKM sebagai berikut ini.
107
1. Program Remedial (Perbaikan)
a. Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM
dalam setiap kompetensi dasar dan/atau indikator.
b. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran.
c. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian.
d. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes.
e. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial.
f. Nilai remedial dapat melampaui KKM.
2. Program Pengayaan
a. Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KKM
dalam setiap kompetensi dasar.
b. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran.
c. Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun nontes.
d. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan.
g. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan��
1) Kenaikan Kelas
Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) telah menyelesaikan semua program pembelajaran untuk satu tahun
pelajaran;
b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata
pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK;
c) jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 izin dan sakit kurang dari 48 hari
per tahun.
2) Kelulusan
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 72 ayat (1) menyebutkan bahwa peserta didik dinyatakan
lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah apabila:
a) telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b) memiliki nilai minimal baik untuk kelompok mata pelajaran selain
kelompok mata pelajaran IPTEK;
c) lulus ujian sekolah; dan
d) lulus ujian nasional.
106
Penetapan KKM
Komponen
Kriteria Ketuntasan Belajar
VII VIII IX
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 75 77 80
2. Pendidikan Kewarganegaraan 75 77 80
3. Bahasa Indonesia 75 77 80
4. Bahasa Inggris 75 77 80
5. Matematika 75 77 80
6. Ilmu Pengetahuan Alam 75 77 80
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 75 77 80
8. Seni Budaya 75 77 80
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan 75 77 80
10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 75 77 80
B. Muatan Lokal
1. Pendidikan Keterampilan Jasa
2. Agroindustri
3. Budidaya Tanaman
4. Bahasa Daerah
-
-
75
75
77
-
-
-
-
80
-
-
C. Pengembangan Diri
1. BK
2. Kegiatan Ekstra Kurikuler:
a. Pramuka
b. UKS dan PMR
c. Olahraga
d. Kerohanian
e. Senibudaya/Sanggar seni
Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar),
ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum maupun sudah mencapai
ketuntasan. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan
remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan
pengayaan.
108
IV. KALENDER PENDIDIKAN
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, efektif fakultatif, dan hari libur. Berikut adalah
kalender tersebut secara rinci.
Hari Kegiatan Waktu
Senin Upacara
Kegiatan belajar mengajar
07.00 - 07.30
07.30 - 14.25
Selasa Kegiatan belajar mengajar 07.00 - 14.20
Rabu Kegiatan belajar mengajar 07.00 - 14.20
Kamis Kegiatan belajar mengajar 07.00 - 14.20
Jumat Kegiatan belajar mengajar
Shalat Jumat
07.00 - 11.45
11.45 -
Sabtu Ekstra kurikuler 08.00 - 12.00
KALENDER PENDIDIKAN SMP
Tanggal dan Bulan Kegiatan Hari Belajar
Efektif
Juli 10
1 s/d 15 Libur akhir tahun ajaran
- School Fair (bazaar, pasar murah,
pameran sains, pameran KIR, pentas
seni dan budaya, kompetisi olahraga)
- Bakti sosial
17 s/d 19 Masa orientasi peserta didik (MOS) kelas
VII
Agustus 25
17 Upacara HUT Proklamasi RI
Setelah upacara diadakan lomba-lomba:
- menyanyikan lagu wajib nasional
- kebersihan
- lomba membaca atau membuat puisi
kebangsaan/story telling tentang
kebangsaan
- lomba-lomba lainnya
21 Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
Lomba marawis
September 23
28 s/d 30 Libur awal Ramadhan 1427 H
109
Tanggal dan Bulan Kegiatan Hari Belajar
Efektif
Oktober 15
17 sd 23 Libur menjelang Idul Fitri
24 sd 25 Hari Raya Idul Fitri
- silaturahmi di sekolah
26 sd 28 Libur sesudah Idul Fitri
November 25
10 Memperingati hari pahlawan
- Membaca sajak
- Ziarah ke Taman Makam Pahlawan
- Lomba esai tentang kepahlawanan di
majalah dinding
- Lomba pidato
Desember 13
11 s/d 16 Ulangan akhir semester
23 Pembagian rapor
25 Merayakan Hari Raya Natal
26 sd 30 Libur akhir semester
31 Merayakan Hari Raya Idul Adha,
Shalat Ied, menyembelih kurban,
membagikam daging kurban kepada
mustahiq
Januari 20
1 Tahun Baru masehi
2 sd 6 Libur akhir semester
20 Tahun Baru Hijrah
- Karnaval
21 Hari raya Nyepi
Februari 27
14 Merayakan Imlek
- Membuat lampion
- Kreatifitas mengolah kue keranjang
Maret 29
31 Memperingati Maulid Nabi Muhammad
SAW
Merayakan hari raya Waisak
April 16
13 Wafatnya Isa Almasih
21 Merayakan Hari Kartini
23 s/d 30 Ujian praktik
110
Tanggal dan Bulan Kegiatan Hari Belajar
Efektif
Mei 15
1 s/d 5 Ujian praktik (lanjutan)
2 Hari Pendidikan Nasional
Upacara/diadakan lomba membaca atau
membuat puisi kebangsaan/story telling
tentang kebangsaan
7 sd 9 Ujian Sekolah
21 sd 23 Ujian Nasional
24 Memperingati Kenaikan Isa Almasih
Juni 18
18 s/d 23 Ulangan umum
25 Pengumuman kelulusan
30 Pembagian rapor
Hari Belajar Efektif Semester I = 119 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 19 minggu
belajar efektif).
Hari Belajar Efektif Semester II = 131 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 21 minggu
belajar efektif).
Catatan : Semua kegiatan pada tabel di atas merupakan contoh kalender pendidikan yang
penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
111
PENUTUP
Seperti telah diuraikan pada awal pendahuluan bahwa fungsi Pendidikan Budaya dan
Karakter Bangsa selain mengembangkan dan memperkuat potensi pribadi juga menyaring
pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik yang dapat
mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan
budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian
kegiatan belajar mengajar baik melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan
pengembangan diri yang dilakukan di kelas dan luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan
(habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta
damai, tanggung-jawab, dsb. perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai
dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu
ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didik
yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar.
Pedoman yang disusun ini lebih diperuntukkan kepada kepala sekolah. Pembentukan
budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan oleh sekolah melalui serangkaian kegiatan
perencanaan, pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada peserta didik, dan
penilaian yang bersifat komprehensif. Perencanaan di tingkat sekolah pada intinya adalah
melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum di tingkat sekolah (KTSP), seperti
menetapkan visi, misi, tujuan, struktur kurikulum, kalender akademik, dan penyusunan
silabus. Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis
kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih
terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan
melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk akhlak budi luhur.
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri
sendiri atau merupakan nilai yang diajarkan, tetapi lebih kepada upaya penanaman nilainilai
baik melalui mata pelajaran, program pengembangan diri maupun budaya sekolah.
Peta nilai dan indikator yang disajikan dalam naskah ini merupakan contoh penyebaran
nilai yang dapat diajarkan melalui berbagai mata pelajaran sesuai dengan standar
kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam standar isi (SI). Begitu
pula melalui program pengembangan diri, seperti kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan,
keteladanan, pengkondisian. Perencanaan pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter
112
Bangsa ini perlu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secara
bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum sekolah
yang selanjutnya diharapkan menghasilkan budaya sekolah.
Pedoman yang ada ini pada intinya merupakan produk Program Kerja 100 hari Kabinet
Indonesia Bersatu II. Penyempurnaan pedoman ini akan terus menerus dilanjutkan seiring
dengan kompleksnya permasalahan pendidikan terutama dalam pembentukan budaya dan
karakter bangsa. Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar aktif dengan muatan
budaya dan karakter bangsa perlu menjadi perhatian terutama dalam membelajarkan
peserta didik. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan
dari semua pihak pemerhati, pelaksana pendidikan untuk kesempurnaan yang akhirnya
dapat memberikan pencerahan pelaksanaan di tingkat sekolah. Selanjutnya diharapkan
kualitas produk peserta didik yang memiliki akhlak budi mulia sebagai pencerminan
bangsa yang besar.

Tidak ada komentar: